Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BFI Finance

BFI Finance

Berdamai Dengan Ongko Group, Kinerja BFIN Diproyeksi Menguat

Fajar Widhiyanto, Kamis, 20 Februari 2020 | 00:37 WIB

Perdamaian antara PT BFI Finance Tbk (BFIN) dengan Ongko Group alias PT Aryaputra Teguharta (APT) diproyeksi akan berujung pada membaiknya kinerja perseroan termasuk harga saham BFIN di lantai bursa.

“Perdamaian ini membawa pengaruh fundamental bagi perusahaan, dan biasanya juga mempengaruhi pergerakan saham,” demikian disampaikan Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, di Jakarta, Rabu (19/2).

Berakhirnya sengketa antara perseroan dengan APT, kata Hans, maka perseroan bisa fokus dalam menjalankan bisnisnya sehingga bisa meningkatkan kinerja dan asetnya. Salah satunya, lanjut Hans Kwee, meningkatkan pelayanan pembiayaan berbasis teknologi kepada konsumen seperti yang tengah dilakukan BFIN saat ini.

BFI Finance memang tengah membesarkan anak usahanya yang bergerak di bidang financial technology (fintech) peer to peer lending, yakni PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT). “Apa yang dilakukan oleh korporasi akan menjadi perhatian pelaku pasar, dan langkah yang diambil oleh perusahaan akan mempengaruhi pergerakan harga sahamnya,” ujar Hans Kwee.

Hal senada diungkapkan Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan. Menurutnya, sengketa yang berakhir damai akan membuat investor lega. Tak hanya investor yang mengoleksi saham BFIN, namun juga investor yang selama ini masih ragu untuk menyimpan saham BFIN akibat terjadinya sengketa tersebut. Apalagi sengketa tersebut telah berlangsung selama 16 tahun.

“Jika dilihat dari catatan kinerja BFIN sepanjang kasus ini berlangsung, sepertinya perusahaan tidak begitu terganggu, bahkan tidak terlalu signifikan dampaknya pada harga saham,” katanya.

Hal itu, lanjut Alfred, dapat dilihat dari performa keuangan BFIN dalam empat tahun terakhir yang sangat stabil dan terus tumbuh. Bahkan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan yang dialami oleh industri pembiayaan secara keseluruhan.

Sekedar informasi, laba bersih BFIN pada 2015 tercatat Rp650,29 miliar, naik menjadi Rp798 miliar pada tahun 2016. Bahkan di 2017, laba melesat hingga 49% menjadi Rp1,18 triliun. Sedangkan di tahun 2018, laba bersih tumbuh sebesar 24% menjadi Rp1,47 triliun.

Menurut Alfred, jika laba tahun buku 2019 nanti yang diperoleh BFI Finance lebih tinggi dari denda yang harus dibayarkan, akan berdampak positif pada harga saham BFIN. “Jika pengaruh pembayaran ini tidak mempengaruhi performa keuangan BFIN, tidak ada masalah,” ujar Alfred.

Dalam keterbukaan informasi, BFI Finance menyebutkan, hasil dari perdamaian dengan APT, telah disepakati untuk membayarkan sejumlah dana dalam dua tahap. Pembayaran awal telah dilakukan pada November 2019 lalu sebesar 50% dari perjanjian yang disepakati. Lalu pembayaran kedua akan dilakukan pada Februari 2020 setelah prosedur administrasi pengadilan terselesaikan.

Analis dari CLSA Indonesia Handy Noverdanius dan Sarina Lesmina dalam risetnya mengatakan keputusan berakhirnya sengketa ini memberikan angin segar kepada para mitra BFI Finance, terutama perbankan yang memberikan pinjaman. Selain itu, juga kepada kepada dua investor Italia yang ingin mengakuisisi saham BFI Finance.

Seperti diberitakan, sebuah bank komersil asal Italia, Mediobanca berencana mengakusisi 19,9% saham BFI Finance, sementara Star Finance SRL sebesar 11%. Proses akuisisi tersebut saat ini dikabarkan masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam risetnya, CLSA Indonesia menargetkan saham BFIN akan berada di kisaran Rp650 dalam jangka waktu 12 bulan atau naik 13% sejak perjanjian perdamaian dilakukan pada November 2019 lalu.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN