Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

PER 1 MARET 2021

BI Longgarkan LTV, KPR Bisa Tanpa DP

Kamis, 18 Februari 2021 | 16:29 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan rasio loan to value/financing to alue (LTV/FTV) untuk kredit dan pembiayaan properti menjadi hingga 100%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aturan tersebut berlaku untuk semua jenis properti, baik rumah tapak, rumah susun, serta ruko, atau rukan. 

“(Pelonggaran LTV/FTV) berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021,” kata dia dalam RDG , Kamis (18/2).

Selain itu, bank sentral juga menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Tetapi pemberian LTV mencapai 100% ini hanya boleh dilakukan oleh bank yang memenuhi kriteria kesehatan dari sisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dan rasio pembiayaan bermasalah atau  non performing financing/NPF).  Dengan hitungan penerapan aturan rasio LTV/FTV paling tinggi 100% dibedakan antara bank berdasarkan rasio NPL dengan batasan 5%.

“Untuk bank dengan NPL di atas 5%  tetap dilonggarkan namun pelonggaran DP-nya tidak sampai 0% atau LTV-nya tidak sampai 100%. Sementara itu,  kisarannya untuk bank  yang NPL di atas 5% kisaran LTV-nya 90-95% kecuali untuk pembelian rumah tapak dan rumah  susun pembelian pertama, pembelian rumah  pertama dan rumah  susun dibawah tipe 21 ketentuan LTV dan FTV sama 100%, sementara lainnya 90-95%”tegasnya.

Menurutnya kebijakan ini akan dilakukan evaluasi akhir tahun, tetapi ia berharap kebijakan ini dapat meningkatkan permintaan kredit dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sebagai informasi bahwa LTV berhubungan dengan rasio pinjaman yang diterima debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank yang akan mempengaruhi uang muka yang harus dipenuhi konsumen. Semakin besar rasio LTV maka semakin kecil uang DP yang disediakan konsumen. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN