Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu cabang BNI. Foto: BNI

Salah satu cabang BNI. Foto: BNI

BNI Targetkan Kredit Tumbuh 5%

Kamis, 7 Januari 2021 | 11:10 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Dirut PT BNI Tbk Royke Tumilaar mengungkapkan, BNI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 5% (yoy). Menurut dia, sulit untuk menumbuhkan kredit dua digit.

“Target kredit rata-rata tertinggi 5%, karena industri tidak confident walau ada vaksin, paling mereka untuk satu bulan atau dua minggu. Ekonomi cukup pelan menurut pandangan kami, pertumbuhan semester I ini 5%,” urai Royke dalam pertemuan awal tahun dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Rabu (6/1/2020).

Hadir pada pertemuan bertopik “Mencari Solusi Menumbuhkan Kredit” itu Ketua Himbara Sunarso yang juga Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dirut PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi, Plt Dirut BTN Tbk Nixon LP Napitupulu, para direksi empat bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sejumlah pemimpin redaksi.

Ngobrol bareng Pemred dan Himbara, di Jakarta, Rabu (6/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Ngobrol bareng Pemred dan Himbara, di Jakarta, Rabu (6/1/2021). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Meski demikian, pihaknya mengaku bisa melakukan revisi target apabila kondisi mulai membaik.

“Pada kesempatan nanti ekonomi membaik, segmen menengah naik, kita akan genjot double digit. Kita revisi lagi karena tidak bisa lihat 1 tahun, kita lihatnya 6 bulan, 3 bulan,” imbuh dia.

Royke juga mengaku, BNI telah diarahkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bank spesialisasi di pasar global. Hal tersebut karena BNI memiliki sejumlah kantor cabang di berbagai negara.

“Kalau saya dari BNI, kita diarahkan bantu nasabah menjadi salah satu korporasi di global market. Base-nya tetap korporasi, karena segmen menengah dan korporasi masih dibutuhkan ke depan, tapi arahnya global untuk BNI,” tambah dia.

Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO
Bank Mandiri. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Sama dengan BNI, Bank Mandiri juga memasang target pertumbuhan kredit single digit di tahun ini, lebih rendah dari target BI antara 7-9% (yoy). Terlebih lagi karena Bank Mandiri merupakan bank yang fokus pada wholesale banking yang belum menunjukkan kenaikan permintaan kredit.

“Yang kita lihat tidak ada perbedaan antara proyeksi antar bank Himbara, tapi BI katakana high single digit, kita di tengah. Kenapa kita single digit di tengah? Dari mekanisme yang kita lihat secara output aktivitas ekonomi, belum terlihat appetite ekonomi wholesale meningkatkan kapasitasnya setelah 2020,” tutur Darmawan, dirut Bank Mandiri.

Market share perbankan umum
Market share perbankan umum

Bank Mandiri mulai melihat potensi berdasarkan wilayahnya, sehingga produk domestic bruto (PDB) tidak menjadi utama, melainkan produk domestik regional bruto (PDRB). Sebab, data PDRB akan mencerminkan data dari usaha mikro dan menengah, bukan perusahaan besar atau korporasi.

Darmawan menyebut, ekonomi di pulau Jawa dan Sulawesi tumbuh paling besar, didukung dengan per tambangan yang ada di Sulawesi. Pihaknya memprediksi ada pertumbuhan kredit di tahun ini, meski tidak setinggi pertumbuhan sebelum pandemic Covid-19.

Solusi menumbuhkan kredit
Solusi menumbuhkan kredit

“Perbedaan 2020 dan 2021 tidak ada yang bisa pastikan. Kita menghadapi 2021 tapi sudah mengalami 2020, dengan pengalaman itu kita optimistis ada per tumbuhan tahun ini, apakah 2021 tinggi? Menurut hitungan kami belum,” papar Darmawan.

Dia juga menambahkan, walaupun Bank Mandiri sebagai wholesale bank, bukan berarti bank berlogo pita emas ini hanya menyasar nasabah wholesale exsisting saja. Bank Mandiri terus mencari nasabah baru atau mendorong nasabah naik kelas ke segmen wholesale.

Jumlah UMKM, Kredit UMKM, dan Jumlah Kredit macet UMKM
Jumlah UMKM, Kredit UMKM, dan Jumlah Kredit macet UMKM

“Kita dorong segmen di bawah yang bisa tumbuh sehat untuk jadi nasabah di segmen wholesale. Kita lihat pengelolaan segmen individual, komersial untuk naik kelas ke wholesale,” ucap dia.

Sementara itu, Nixon menuturkan bahwa pertumbuhan kredit BTN tidak terlepas dari industri properti, khususnya perumahan. Pasalnya, BTN adalah bank yang fokus di sektor perumahan dan konstruksi perumahan mencapai 91% dari total kreditnya.

ATM BTN. Foto: SP/RUTH SEMIONO
ATM BTN. Foto: SP/RUTH SEMIONO

Nixon mencatat, pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tertinggi berada di tipe rumah 21, 36, dan tipe 45 yang masih tumbuh di atas 5%.

“Yang jadi masalah tipe 70 ke atas tumbuh lebih rendah. Tipe 70 relatif berat, yang tumbuh itu beberapa area di Pulau Jawa,” katanya.

Dengan demikian, untuk tahun ini BTN masih akan fokus pada penyaluran KPR dengan tipe rumah 21, 36, dan 45 yang masih cukup banyak diminati sebagai rumah pertama. Nixon juga menyebut, pendorong pertumbuhan kredit biasanya terjadi pada tiga bulan terakhir, yakni Oktober, November, dan Desember.

Disbursed di November sudah Rp 5 triliun, Desember Rp 6 triliun, yang kita alami itu pembangunan supply melambat. Kita dorong konstruksi jalan lagi, jangan hanya stok yang ada, kita (targetkan kredit) 7-8% khususnya tipe 21, 36, 45 mudah- mudahan bisa bantu pertumbuhan 7-8%,” jelas Nixon.

Bank BRI. Foto: DAVID
Bank BRI. Foto: DAVID

Untuk BRI sendiri, Sunarso menginginkan pertumbuhan kredit bisa dua digit tahun ini, tapi akan sulit terwujud apabila tidak ada permintaan dari nasabah.

Menurut dia, target kredit Himbara single digit bukan karena tidak mau tumbuh, namun perlu melihat kemampuan dan juga permintaan.

“Pak Royke bilang 5% sudah bagus, kita ingin lebih dari bank sentral, kita ingin tumbuh 10%. Tapi bahwa realisasi seper ti tadi disebut 5% sudah bagus, kita targetkan 7% kira-kira akan kisaran itu,” ungkap Sunarso.

Baca juga

https://investor.id/finance/penghargaan-kredit-macet-umk-mendongkrak-kredit

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN