Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BNI. Foto: IST

Bank BNI. Foto: IST

BNI Tetap Aman, Sindikat Investasi Tak Wajar Perlu Diwaspadai

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:15 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  menegaskan  dana nasabah  yang ditempatkan di BNI akan tetap aman. Karena itu, Nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di BNI. Penegasan disampaikan BNI terkait dengan ulah sindikat yang sesungguhnya tidak mempengaruhi operasional BNI.

Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahju Setyawan menuturkan, peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum dalam sebuah sindikat, yang tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum. Nasabah dan masyarakat umum diimbau untuk  tidak perlu khawatir dan tetap bertransaksi serta menyimpan dana di BNI.

Menurut Putrama, yang akrab disapa Iwan, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir soal keamanan dana di BN. Pertama,  layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon.

Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga, dibuktikan dengan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar. Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI.  Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya," ujar Putrama.

 Hasil investigasi mengidentifikasi kondisi yang tidak wajar, yaitu terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi yang tidak wajar.  Para anggota sindikat mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis. Para penerima aliran dana disinyalir adalah para  pemilik modal yang seolah-olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum tersebut. Padahal dana yang digunakan berasal dari hasil penggelapan dana bank.

Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan  hasil pemeriksaan internal mencapai sekitar Rp 58,95 miliar.  Atas temuan ini, BNI mengambil tindakan segera dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak Polda Maluku untuk mengungkap dan menuntaskan kasusnya.  BNI juga mengupayakan recovery dana  yang digelapkan oleh sindikat tersebut. 

Salah satu potret yang dapat menunjukkan kinerja BNI Ambon memuaskan dapat dilihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun di seluruh Outlet yang berada dibawah koordinasi Kantor Cabang Ambon. Ini juga bukti dari animo masyarakat Ambon untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI yang cukup tinggi.

Data per September 2019 menunjukkan,  DPK yang dihimpun di Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06% secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur  kepercayaan masyarakat terhadap BNI. Yang lebih menyenangkan adalah melihat fakta bahwa DPK BNI  tersebut sebagian besar karena ditopang oleh pertumbuhan Tabungan dan Giro yang merupakan sumber dana murah. BNI mencatat bahwa di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan Tabungan dan Giro masing-masing sebesar 19,99% dan 27,96% secara YoY.

 Tidak hanya meningkatkan pelayanan perbankan. BNI juga hadir di Ambon dan sekitarnya dengan beragam dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung. Dukungan tersebut antara lain adalah Desa Wai, Desa Liang, Kabupaten Seram Bagian Barat, BNI menyalurkan bantuan bagi Korban gempa berupa Sembilan bahan makanan pokok (Sembako) dan perlengkapan kedaruratan (seperti selimut hingga makanan bayi). 

      Hal yang sama dilakukan BNI di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Disini BNI menyalurkan 1.000 paket sembako untuk masyarakat yang kurang beruntung bekerjasama dengan Kodam. Tidak tertinggal di bidang pendidikan, BNI juga menyalurkan bantuan renovasi untuk taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar  Rutong di Kota Ambon. 

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA