Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penandatanganan rencana merger 3 bank BUMN Syariah, oleh para direktur utama ketiga bank syariah BUMN, (20/10).

Penandatanganan rencana merger 3 bank BUMN Syariah, oleh para direktur utama ketiga bank syariah BUMN, (20/10).

Pemuda Muhammadiyah

BSI Jadi Role Model Perbankan Syariah

Rabu, 16 Desember 2020 | 14:06 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto optimistis, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mulai beroperasi 1 Februari 2021 akan menjadi role model bagi pengembangan industri perbankan dan keuangan Syariah di Indonesia.

Bank Syariah Indonesia adalah hasil penggabungan tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah.

“Seluruh jajaran manajemen bank hasil penggabungan diharapkan bisa langsung bekerja ekstra. Penyelesaian persoalan ekonomi syariah secara holistik telah menemukan titik temu. Saya berharap, manajemen yang sudah ditunjuk bekerja ekstra, karena investasi untuk membentuk bank merger ini juga tinggi. Saya ucapkan selamat dan semoga amanah,” ujar Sunanto di Jakarta, Rabu (16/12).

Dia menilai, merger tiga bank menjadi satu entitas bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk adalah contoh pengembangan bisnis perbankan syariah baru, karena selama ini belum pernah ada lembaga keuangan syariah berskala besar yang dimiliki Indonesia.

Saat ini, proses merger tiga bank syariah milik Himbara tersebut telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham bank terkait yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Susunan pengurus bank hasil merger telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah yang berlangsung Selasa (15/12).

Menurut Sunanto, ke depannya bank hasil merger harus memastikan model bisnis seperti apa yang akan menjadi ciri khas mereka. Opsinya, bisa dengan memilih satu dari tiga jenis model bisnis warisan bank yang bergabung, atau meleburkan seluruh model bisnis bank-bank terkait ke dalam satu wajah baru.

“Kami tunggu perjalanannya, karena ini belum ada modelnya mana yang mau dipakai dari ketiga bank terlibat, atau mau digabung semua model bisnisnya. Kemudian, bagaimana dengan bank-bank syariah lain? Ini harus diatur dan dipikirkan, misalnya terkait bank daerah yang punya unit syariah. Ini harus dipikirkan agar keberadaan bank hasil merger bisa kompatibel dan berkompetisi, serta memberi dampak lebih luas baik dari manajemen maupun pelayanan masyarakat,” kata dia.

Berdasarkan susunan pengurus yang sudah ditetapkan, bank hasil merger akan dipimpin oleh Hery Gunardi selaku direktur utama. Hery akan didampingi dua Wakil Direktur Utama yakni Ngatari dan Abdullah Firman Wibowo serta 7 pejabat direktur lainnya.

Bank hasil merger nantinya digadang memiliki aset senilai total Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan bank hasil merger masuk daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan Top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Entitas hasil merger nanti bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dan akan berstatus sebagai perusahaan terbuka. Komposisi pemegang saham pada Bank Syariah Indonesia adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  sebesar 51,2 % , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  25 %, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  17,4 %, DPLK BRI - Saham Syariah 2 %, dan publik 4,4 %.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN