Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BSI, Bank Hasil Merger untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

BSI, Bank Hasil Merger untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

BSI Percepat Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah 

Rabu, 1 September 2021 | 15:24 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), bank hasil merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dipastikan tidak menimbulkan praktik monopoli. Justru, kehadiran BSI dapat mempercepat pertumbuhan perbankan dan ekonomi syariah serta menjadi energi baru ekonomi Indonesia.

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari pertemuan manajemen BSI dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi menegaskan, sejak diresmikan Presiden Joko Widodo, 1 Februari 2021, BSI diharapkan menjadi daya ungkit ekosistem perbankan syariah nasional.

"Hal ini akan mendorong pelaku industri perbankan syariah lainnya, baik bank umum syariah (BUS) maupun unit usaha syariah (UUS) untuk turut maju dan berkembang," kata Dewi, sapaan akrab Tribuana, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9/2021).

Menurut Dewi, melalui prinsip syariah yang mendasari merger yaitu bersatu dan ber-ta'awun (tolong menolong), merger ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan perbankan syariah di tingkat nasional dan menjadi energi baru ekonomi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, populasi penduduk muslim Indonesia mencapai 200 juta lebih jiwa atau sekitar 87,2% dari total populasi. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari komposisi penduduk negara tetangga bahkan negara-negara Timur Tengah. Namun, pangsa pasar bank syariah masih sangat kecil, dibawah 7%.

Dalam kaitan tersebut, BSI dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat dan mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal nasional bersama-sama dengan institusi syariah lain, baik korporasi, perbankan, ritel, UMKM, koperasi bahkan organisasi kemasyarakatan.

"Dalam prosesnya tentu kami selalu terbuka untuk bisa berkolaborasi dengan seluruh institusi syariah yang ada demi mewujudkan perekonomian Indonesia yang jauh lebih baik di masa datang," imbuh Dewi.

Dewi menambahkan, dari hasil analisis dan evaluasi KPPU, diketahui tidak terdapat perubahan kendali sebelum dan sesudah transaksi penggabungan tiga bank tersebut.

"Dengan memperhatikan hal tersebut, berdasarkan konsep anak perusahaan BUMN merupakan satu kesatuan dengan perusahaan BUMN atau single economic entity serta state action doctrine, BSI dikecualikan," lanjut dia.

Dia mengungkapkan, sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI terus berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi, termasuk memacu pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

"BSI selalu berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan terbaik untuk seluruh segmen, baik korporasi, ritel, maupun UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). BSI siap berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pihak untuk memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia," tutup Dewi.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN