Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BSI Hery Gunardi

Direktur Utama BSI Hery Gunardi

BSI: Prospek Perbankan Syariah Tahun Ini Cerah

Jumat, 18 Juni 2021 | 13:44 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memproyeksikan bahwa prospek kinerja perbankan syariah tahun ini cukup cerah. Dengan pertumbuhan pembiayaan bank syariah diprediksi double digit lebih tinggi dari industri perbankan.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, berdasarkan data proyeksi OJK dalam pertemuan tahunan jasa keuangan 2021 dan riset internal BSI, industri perbankan syariah akan tumbuh double digit. Secara nasional pertumbuhan ekonomi syariah diproyeksi tumbuh antara 2,4-3,7%.

"Dari sisi pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan tumbuh 13-18%. Sedangkan dari sisi kualitas pembiayaan diproyeksi pada posisi 3-3,5%," ungkap Hery dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Per Maret 2021, kinerja positif bank syariah ditunjukkan dengan posisi aset mencapai Rp 605 triliun, pembiayaan tumbuh 6,52% dan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat 11,58%. Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan NPF sebesar 3,29% dan efisiensi tercermin dari BOPO pada posisi 78,75%.

Meskipun tumbuh secara bertahap, BSI optimis dengan jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang mencapai 229 juta  menjadi kekuatan dan target penetrasi ekonomi syariah yang saat ini masih 6,41% dan lebih rendah dibanding negara di Asia dan UEA.

Beberapa langkah literasi terus digalakkan diantaranya menggaet serius ekosistem pesantren dan masjid di Indonesia yang mencapai 600 ribu masjid dan 26 ribu pesantren. Melalui pembiayaan pertashop di lingkungan pesantren, Direksi Mengajar, dan optimalisasi pemberdayaan ekonomi masjid dan ZISWAF dan sinergi dengan BAZNAS untuk penghimpunan zakat.

Strategi BSI untuk menjadi leading bank syariah diantaranya dari sisi penguatan SDM yang mencapai lebih dari 15 ribu pegawai dengan mencetak talent-talent berkualitas yang sesuai kompetensi syariah. Melalui talent Officer Development Program (ODP) IT dan Management Risk, Skill Coaching dalam rangka IPO, dan Benchmark kompetensi dengan bank-bank syariah di UEA.

Dari sisi penguatan bisnis, BSI akan tetap berfokus pada core bisnis pembiayaan konsumer, penghimpunan dana murah, serta sinergi pembiayaan wholesale sindikasi infrastruktur dan proyek-proyek pemerintah dan BUMN.

"Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan sesuai prinsip kehati-hatian dan GCG," imbuh Hery.

BSI optimistis bahwa pandemi menjadi sebuah tantangan bagi perbankan syariah untuk berinovasi dan mencari peluang-peluang bisnis syariah yang baru. Sehingga, keberadaan BSI setelah merger tentunya menjadi leading sharia bank yang merealisasikan potensi bisnis halal ekonomi di Indonesia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN