Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV

Bukopin Siapkan Berbagai Langkah Hadapi Tantangan di Tengah Melambatnya Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020 | 20:36 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Esther Nuky ( esther@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Rivan A Purwantono  memaparkan bahwa menjadi nakhoda Bank Bukopin memiliki tantangan di tengah melambatnya ekonomi terdampak pandemi Covid-19.

“Kami memiliki langkah- langkah yang dilakukan, antara lain di tengah berbagai isu saat new normal ini dan gejolak global, yang paling penting adalah menjaga tata kelola dengan baik. Tata kelola keuangan, likuiditas, modal, serta menjaga pertumbuhan bisnis dari kredit, pendapatan, dan bagaimana nasabah bisa berkontribusi baik. Yang kami lakukan adalah menjaga stabilitas bisnis tetap baik, output-nya kepercayaan terhadap Bank Bukopin,” urai Rivan dalam acara BeritaSatu TV bertajuk Special Dialogue: Tahun Emas Bukopin yang dipandu Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu, Jakarta, Jumat (10/7).

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin dalam perbincangan dengan Direktur Pemberitaan Primus Dorimulu di acara  Special Dialogue Beritasatu TV, Jumat (10/7/2020). Sumber: BSTV
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin dalam perbincangan dengan Direktur Pemberitaan Primus Dorimulu di acara Special Dialogue Beritasatu TV, Jumat (10/7/2020). Sumber: BSTV

Diketahui, memasuki ulang tahun emas, Bank Bukopin berhasil makin memikat KB Kookmin Bank, yang dipastikan mengeksekusi hak pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, sehingga kepemilikan sahamnya naik dari 22% ke minimal 26%.

Bukopin akan melakukan rights issue lagi, sehingga grup perusahaan keuangan terbesar di Korea Selatan itu menguasai minimal 51% saham hingga akhir tahun ini.

Pergerakan harga saham Bukopin
Pergerakan harga saham Bukopin

Rivan menyebut, terdapat enam bank yang sahamnya dimiliki investor Korea Selatan di Indonesia, salah satunya adalah Bukopin. Jika dilihat dari ukurannya, lanjut dia, Bukopin merupakan yang terbesar di antara lima bank lainnya.

Selain itu, segmen bisnis Bukopin yang sama dengan Kookmin juga menjadi daya tarik tersendiri. Bukopin juga kuat di segmen koperasi. Saat ini, pembiayaan Swamitra yang diresmikan oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie itu telah tembus Rp 2,8 triliun, dengan jumlah debitur 60.000.

“Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan tiga komponen yang terbesar Swamitra, disusul koperasi karyawan. Swamitra tidak hanya pembiayaan dan simpan pinjam, tapi kami ajarkan untuk mendapatkan fee based income layaknya perbankan,” kata Rivan.

Dia menuturkan, awalnya terdapat 700 Swamitra, namun saat ini berkurang menjadi 511. Swamitra ini merupakan koperasi yang terbaik, karena perseroan memberikan edukasi kepada pengurusnya, termasuk dalam hal penggunaan teknologi.

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin  Sumber: BSTV
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV

“Swamitra ini sudah menggunakan teknologi, tata kelola keuangan, tata kelola anggota, dan ini mewujudkan 511 Swamitra yang sehat. Jadi, keterlibatan Bukopin tidak hanya memberi pinjaman tapi juga memberikan edukasi kepada mereka, transfer knowledge agar koperasi itu tetap maju dan tidak kalah dengan badan usaha lain,” papar dia.

Rivan menegaskan, koperasi bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia. Masalahnya adalah koperasi ini perlu mendapat dukungan edukasi supaya bisa bertumbuh.

“Perkembangan Swamitra kan tidak terlepas dari edukasi yang kami berikan, makanya bertahan. Kami kontrol credit scoring, disbursement, sampai collection kami kontrol, sehingga bertahan Swamitra 511 ini,” ucap dia.

Selain UMKM, lanjut dia, perseroan juga bisa meningkatkan segmen kedit konsumer, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). KPR yang disalurkan Bukopin ini tidak terlalu besar, saat ini sekitar Rp 3 triliun.

“Ke depan, setelah KB Kookmin menjadi PSP, Bukopin bisa mengembangkan pangsa pasar KPR. Mortgage itu kekuatannya luar biasa, kami memiliki culture yang mirip dengan Kookmin, mereka bisa scoring KPR dengan cepat menggunakan teknologi, kami berkolaborasi. Begitu masuk Kookmin, akan luar biasa, saya optimistis tahun ini kredit masih tumbuh,” tutur Rivan.

Kinerja keuangan Bank Bukopin
Kinerja keuangan Bank Bukopin

Setelah Kookmin menjadi pemegang saham pengendali tahun ini, Bank Bukopin bisa meningkatkan kinerjanya signifikan tahun depan. Perseroan juga siap menjalankan pengembangan kredit dari Kookmin untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

“Untuk segmen korporasi, saat ini porsinya 33% terhadap total kredit perseroan. Ke depan, Bukopin akan menurunkan secara perlahan dari sisi persentasenya, namun portofolionya akan dijaga tetap sama. Kami juga memilih segmentasi, di segmen korporasi kami banyak di infrastruktur BUMN karya, yang lain tidak ada. Termasuk tol laut kami ikut di sana, dan biasanya di komersial atau korporasi kami bukan leader serta terkait dengan nasabah ritel kami,” urai Rivan.

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda yang membuat dampak signifikan pada perekonomian domestik dan global, pihaknya melakukan revisi rencana bisnis bank (RBB) khususnya pertumbuhan kredit tahun ini.

“Sebelum krisis kami optimistis kredit tumbuh 10-11%, tapi harus review lagi, bahkan mencapai 5% saja itu sudah baik. Kami lakukan stress test, kalau baru September running kegiatan ekonomi, kreditnya hanya 3-4% tumbuhnya, masih kecil,” imbuh Rivan.

Kepemilikan pemegang saham Bukopin
Kepemilikan pemegang saham Bukopin

Pelonggaran PSBB yang dilakukan pada bulan Juni lalu diperkirakan baru akan terasa dampaknya pada akhir Juli dan Agustus nanti. Diharapkan, pada Agustus, sudah mulai mengalami perbaikan kinerja ekonomi nasional.

“Sementara itu, di sisi kualitas kredit, perseroan berhasil menjaga posisi rasio kredit macet (non performing loan/NPL) di level 4,45%. NPL net di 2019 membaik dari 4,75% menjadi 4,45% dan sekarang menurun lagi ke 3,4%. Ini prestasi kami jaga agar mendapat kepercayaan masyarakat,” ujar dia._

Terkait isu negatif yang beredar, Rivan menegaskan masalah tersebut sudah terselesaikan. Adanya informasi mengenai pembatasan penarikan dana oleh nasabah di kantor cabang Bukopin merupakan berita bohong (hoax).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN