Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Catat Kenaikan Aset Hingga 28,11%, Bank Banten Optimistis Segera Laba

Senin, 13 September 2021 | 13:19 WIB

TANGERANG, investor.id - Meski pandemi Covid-19 masih melanda, tercatat keseluruhan nilai aset bank pembangunan Daerah yang tersebar di seluruh Indonesia meningkat hingga 7,73%.

Melansir data CNBC Indonesia, total aset 26 Bank BPD hingga akhir kuartal kedua tahun ini tercatat sebesar Rp 787,85 triliun, naik dari posisi akhir tahun lalu yang berada di angka Rp 730,97 triliun.

Jika aset Juni 2021 dibandingkan dengan Desember 2020, Bank BPD Nusa Tenggara Timur mencatatkan pertubuhan aset terbesar, naik 35,08% menjadi Rp 7,59 triliun dari sebelumnya Rp 5,62 triliun. Sementara PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten berhasil meraih posisi runner up dengan naik 28,11% dan Bank BPD Lampung nilai asetnya meningkat hingga 27,39%.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengapresiasi keberhasilan perseroan untuk menjadi BPD dengan pertumbuhan aset tertinggi kedua setelah Bank NTT.

“Bank Banten melakukan berbagai langkah strategis untuk menyehatkan perseroan. Manajemen baru yang terpilih per Maret 2021 juga kini tengah mendorong akselerasi bisnis perseroan agar dapat memacu kinerja bisnis bank kebanggaan masyarakat Banten ini,” ungkap Agus, sebagaimana dikuti dari keterangan tertulis yang diterima, Senin (13/9).

“Berbagai langkah kami lakukan untuk menjadikan target laba bisa segera tercapai. Mulai dari buyback kredit PNS Pemprov Banten Rp557 miliar dari BJB, menghadirkan produk-produk yang memungkinkan naiknya dana pihak ketiga (DPK), melakukan digitalisasi, serta mendorong segenap Banteners untuk meningkatkan produktivitasnya,” tutur Agus.

Agus menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan strategi dengan mengusung ‘4 Grand Strategy dan 8 Quick Wins’ untuk memastikan agar Bank Banten ke depan mencapai kejayaannya.

"Dengan captive market 70 ribu PNS di Banten, kami masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang. Kami tengah berupaya untuk all out menggarap nasabah utama, sembari membuka opsi-opsi turunan produk dan layanan yang terintegrasi dengan e-commerce. Saya optimis, BEKS bisa segera laba,” pungkas Agus Syabarrudin.

Bank Banten, lanjutnya, terus berupaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Berbagai langkah strategis untuk melakukan transformasi digital dilakukan oleh perseroan untuk menghadirkan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Harapannya, Bank Banten bisa meraih cita-cita untuk kian meraih kepercayaan masyarakat.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN