Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

Dalam Tiga Pekan, BRI Salurkan Rp 11,2 Triliun dari Penempatan Dana Pemerintah

Selasa, 14 Juli 2020 | 12:39 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan akselerasi penyaluran kredit atas penempatan dana yang diterima dari pemerintah. Hingga saat ini, atau dalam tiga pekan perseroan berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 11,2 triliun dari alokasi dana yang diterima sebesar Rp 10 triliun.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terutama untuk sektor riil. BRI memperoleh penempatan dana sebesar Rp 10 triliun.

"Dana Rp 10 triliun yang cair tanggal 25 Juni, sampai hari ini sudah disalurkan kepada 245 ribu nasabah senilai Rp 11,2 triliun. Artinya stimulus itu berjalan dan disalurkan dengan lancar. Semoga bisa sesuai dengan harapan," jelas Sunarso dalam video conference, Senin (13/7).

Dirut Bank BRI Sunarso
Dirut Bank BRI Sunarso

Sebagai Ketua Umum Himbara Sunarso juga mengungkapkan, dalam diskusi bersama OJK dengan perbankan, dia melaporkan stimulus yang diberikan dari pemerintah terkait penempatan dana di bank-bank pelat merah.

"Kita laporkan stimulus pemerintah dalam menggerakkan kembali ekonomi dengan penempatan di Himbara Rp 30 triliun. BRI dan Mandiri masing-masing Rp 10 triliun, BNI dan BTN masing-masing Rp 5 triliun, kami janji komitmen untuk leverage sampai tiga kali, harus sampai Rp 30 triliun," papar Sunarso.

Menurut Sunarso, nantinya untuk mempercepat stimulus dari pemerintah tersebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. "Kita lakukan kolaborasi di bidang e-commerce untuk segmen lebih kecil lagi menggunakan jaringan-jaringan BRI, Pegadaian, PNM yang punya nasabah ultra mikro dan punya jaringan BRI itu kita manfaatkan," ungkap Sunarso.

Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya perseroan untuk melakukan pemerataan ekonomi di Indonesia. Pihaknya juga berkomitmen bahwa atas dana yang diterima tersebut akan mampu me-leverage ekspansi kredit BRI setidaknya tiga kali untuk mendorong sektor riil, utamanya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Saat ini BRI akan tetap ekspansi untuk terus tumbuh. Dengan begitu, UMKM akan tetap berdaya dan akan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan ujungnya mengurangi angka pengangguran," sambung dia.

Upaya yang dilakukan BRI selaras dengan strategi pemerintah utamanya Kementerian BUMN yang terus berupaya agar membangkitkan kembali bisnis UMKM yang tergerus akibat dampak pandemi Covid -19. Menteri BUMN Erick Thohir juga meyakini bahwa UMKM Indonesia tangguh dan bisa bersaing merambah pasar internasional.

"Kami punya target segmen UMKM yang mendukung sektor pangan, baik pertanian maupun pendukung industri pertanian. Demikian pula sektor distribusi dan fasilitas kesehatan. Fokus paling besar ke pangan,” terang Sunarso.

Adapun, sebelumnya BRI mencatat telah mengucurkan Rp 7,7 triliun kredit dari penempatan dana kepada hampir 150 ribu pelaku usaha dengan mayoritas sebesar 61% berada di segmen mikro dengan komposisi sektor ekonomi pertanian dan perikanan mencapai 21%.

"Apabila kita lihat sebaran secara geografis, 58% penerima kredit tersebut berada di Pulau Jawa dan sisanya sebesar 42% berada di luar Pulau Jawa," imbuh Sunarso.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN