Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Pinjol ilegal.

Ilustrasi Pinjol ilegal.

Dalam Tiga Tahun 3.365 Pinjol Ilegal Ditutup

Minggu, 12 Desember 2021 | 16:44 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan sebanyak 3.365 perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal telah ditutup oleh Satgas Waspada Investasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir atau sejak 2018 hingga 2021.

Ia mengatakan bahwa data menjadi tantangan  serius bagi para pelaku industri yang memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga nama baik industri yang memiliki komitmen tinggi untuk menjaga nama baik industrinya.

"Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan teknologi digital harus diikuti dengan pengaturan dan pengawasan yang proper dan appropriate. Namun, tetap melindungi konsumen dan tidak mengerdilkan industri fintech itu sendiri," tuturnya dalam Opening Ceremony The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12).

Menteri Keuangn Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangn Sri Mulyani Indrawati

Di sisi lain, adopsi layanan keuangan digital dan perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi digital semakin meningkat terlebih selama masa pandemi Covid-19.

Bahkan Fintech memegang peranan sangat kuat untuk dapat berperan semakin penting, untuk itu, pemerintah bersama regulator terkait terus berupaya melahirkan berbagai kebijakan yang dapat menstimulus kelangsungan ekonomi digital. Dengan begitu, diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19.

“Dalam berbagai kesempatan Presiden sampaikan like and touch sisi regulasi namun gak berarti without regulation akan berikan access positif dan negatif. Kita sudah mendengar beberapa kali disampaikan bapak Presiden access negatif pinjaman online,”tuturnya.

Lebih lanjut, lembaga fintech kini mampu menjadi sumber alternatif pembiayaan bagi pelaku UMKM. Mengingat, ketentuan syarat maupun proses pencairan dana yang lebih efisien dan mudah.

"Ini (Fintech) merupakan sumber alternatif, karena prosedurnya dianggap sangat singkat, sederhana, dan mudah," ucapnya.

Di sisi lain, Menkeu mengapresiasi kontribusi fintech untuk mendukung program pemerintah apalagi di saat masa pandemi.  Pertama fintech jadi partner untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam hal penjualan SBN ritel online dimana fintech menjadi mitra distribusi.

“Investor melalui fintech tumbuh dari 7,9% pada penerbitan ORI 2019 meningkat jadi mendekati 12%  penjualan ORI 17 di tahun 2020. Kenaikan lebih dari 50%, hanya dalam waktu 1 tahun,”tuturnya.

Kemudian pemerintah dalam masa pandemi juga meningkatkan berbagai bantuan sosial secara non tunai dan peranan fintech menjadi sangat penting teknologi digital.

“Kita luncurkan kartu pra kerja sebanyak 5,3 juta penerima baru kemudian memiliki rekening bank atau e-wallet sesudah mereka ikuti program pra kerja. 5,3 juta yang immediately masuk langsung ke pemilik rekening digital atau e- wallet pemerintah gunakan e-money pembayaran berbagai transportasi dan transaksi lainnya. Dan sisi Kemenkeu pelaporan dan pembayaran pajak dilakukan online,”tuturnya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, financial technology atau fintech memiliki peran penting untuk mendukung bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengingat, fintech mampu menjadi alternatif pembiayaan bagi sektor UMKM.

“Peranan fintech dukung UMKM para pengusaha kecil dapatkan pendanaan lebih efisien dan lebih mudah dan ini merupakan sumber pendanaan alternatif sebab prosedur dianggap sangat singkat, sederhana dan mudah,”tuturnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN