Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Delapan penyelenggara fintech p2p lending menunjukan sertifikat izin usaha dsri OJK secara virtual.  Foto: IST

Delapan penyelenggara fintech p2p lending menunjukan sertifikat izin usaha dsri OJK secara virtual. Foto: IST

Delapan Penyelenggara Fintech Lending Kantongi Izin Usaha

Prisma Ardianto, Selasa, 2 Juni 2020 | 14:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Delapan penyelenggara fintech p2p lending mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa keuangan (OJK). Dengan demikian, saat ini terdapat total sebanyak 33 penyelengara fintech p2p lending dengan status berizin.

Delapan penyelengara yang dimaksud meliputi, Pinjam Modal (PT. Finansial Integrasi Teknologi), Taralite (PT. Indonusa Bara Sejahtera), Danarupiah (PT. Layanan Keuangan Berbagi), Pinjamwinwin (PT. Progo Puncak Group), dan Julo (PT. Julo Teknologi Finansial).

Selanjutnya, yakni Indodana (PT. Artha Dana Teknologi), Awantunai (PT. SimpleFi Teknologi Indonesia), serta Alami (PT. Alami Fintek Sharia). Total sudah 33 penyelenggara fintech p2p lending yang mengantongi lisensi dari OJK, dari total anggota AFPI saat ini 161 perusahaan, sisanya berstatus terdaftar di OJK.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi menucapkan selamat kepada para anggoatanya yang telah mendapat izin usaha. Dia berharap, anggota lain yang sedang berproses ikut terpacu dan terinspirasi.

"Untuk menjadi penyelenggara fintech p2p lending harus comply terhadap regulasi dan aturan dari OJK maupun dari asosiasi demi menjaga kredibilitas industri,” ucap Adrian melalui video conference, Selasa (2/6).

Adrian menambahkan, pemberian izin usaha dari OJK menandakan kredibilitas industri fintech p2p lending semakin tinggi. Hal tersebut tercermin dari pembiayaan yang terus meningkat. Berdasarkan data OJK, sampai April 2020 akumulasi pembiayaan fintech p2p lending mencapai Rp 106,06 triliun, naik 186,54% secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan menyampaikan, status berizin itu bersifat permanen. Oleh karena itu, pihaknya memastikan berbagai aspek agar penyelenggara yang meraih izin usaha tetap bertahan dimasa mendatang. Dari sisi konsumen, OJK pun memastikan keamanan data yang dihimpun para penyelenggara.

Dengan status berizin, sambung dia, diharapkan kontribusi penyaluran pembiayaan semakin meningkat. Termasuk meningkatnya kontribusi masyarakat untuk mau menanamkan dana pada industri fintech p2p lending.

"Dengan mendapatkan izin ini bukan berarti selesai, ini menjadi awal untuk platform menjadi contoh untuk paltform lain. Harus mampu membuktikan dari sisi performa penyaluran dana kepada borrower. Karena seharusnya bisa lebih percaya diri, begitu juga kenaikan kepercayaan dari lender," papar Munawar.

Pada kesempatan sama, CEO Alami Dima Djani menyatakan, perseroan makin optimistis untuk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan di masa mendatang. Sejumlah strategi bisnis pun telah disusun dan diupayakan untuk dapat terealisasi.

"Ini (izin usaha) juga merupakan amanah untuk fintech syariah pada khsusunya, dan fintech pada umumnya untuk meningkatkan penyaluran. Kedepannya kita akan masuk ke ticket size yang lebih kecil. Khusunya pada sektor perkebunan dan pertanian, juga sektor healtcare," terang Dima.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN