Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Di Tengah Pandemi, Mandiri Syariah Komitmen Dukung UMKM

Selasa, 22 Desember 2020 | 23:24 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembiayaan. Hal tersebut juga berlaku setelah perseroan resmi merger dengan dua bank syariah Himbara lainnya pada 1 Februari tahun depan.

Mandiri Syariah menjamin komitmen tersebut akan dilanjutkan dan dijalankan oleh bank hasil penggabungan pada tahun 2021, di mana bank hasil merger yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk memiliki target penyaluran UMKM sebesar 23% dari portofolio pembiayaannya atau di atas ketentuan Bank Indonesia (BI) sebesar 20%.

Branch Manager (BM) Mandiri Syariah Cabang Depok 2, Marnis mengatakan, Mandiri Syariah senantiasa mendukung para nasabahnya, khususnya segmen UMKM yang paling terdampak pandemi Covid-19 untuk bisa bertahan. "Kami mendukung UMKM dan juga berikan restrukturisasi kepada yang membutuhkan," tutur Marnis secara virtual, Selasa (22/12).

Salah satu nasabah UMKM Mandiri Syariah, Suroso mengaku mengalami penurunan omzet 20% saat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, omzet Suroso yang merupakan pelaku usaha mie ayam bisa mengantongi omzet mencapai Rp 250 juta per bulan. Namun, setelah pandemi pendapatannya sekitar Rp 117 juta per bulan.

"Bulan dua (Februari) sampai bulan enam (Juni) itu terasa sekali dampaknya. Tapi sekarang sudah mulai membaik, yang jelas untuk bertahan dengan meningkatkan produksi, butuh tambahan modal dengan mengambil dana Pemulihan Ekonomi Nasional," imbuh Suroso, Selasa (22/12).

Dalam menjalankan usahanya, Suroso masih mengambil pembiayaan mikro dari Mandiri Syariah senilai Rp 51 juta yang digunakan untuk menambah gerobak mie ayam yang saat ini sebanyak 100 gerobak. Suroso menjalankan usaha mie ayam di Cilodong, Depok dan juga memiliki cabang di Parung, Jawa Barat.

Suroso mengaku sekarang mulai bangkit dan memiliki strategi untuk bisa bertahan di tengah pandemi, antara lain menambah hasil produksi olahan lain selain mie, yakni berupa kulit batagor atau lumpia, karena memiliki bahan dasar dari tepung terigu.

Kemudian, dia juga membuat gerobak untuk disewakan kepada pedagang mie ayam. Suroso juga menyebut memanfaatkan sisa olahan mie untuk membuat kerupuk yang mengalami peningkatan pesanan. "Tahun 2020 kemarin targetnya bisa menambah 40 gerobak, tapi cuma bisa 21-22 gerobak. Semoga tahun depan bisa terealisasi targetnya," ucap dia.

Lebih lanjut, Marnis mengungkapkan bahwa Suroso merupakan profil nasabah dengan kondisi lancar. Meski pandemi Covid-19, dia tidak mengambil fasilitas restrukturisasi, sehingga angsuran berjalan normal sesuai dengan rencana awal. "Itu sebagai bentuk komitmen. Alhamdulillah kondisi fasilitas Pak Suroso ini lancar," kata Marnis.

Micro Banking Development and Strategic Alliances Department Head Mandiri Syariah Yennie Aprilia Setiawan menjelaskan, pada tahun 2021 Mandiri Syariah akan memperbesar porsi UMKM dari yang ada saat ini. Tahun ini perseroan relatif tidak terlalu agresif menyalurkan pembiayaan UMKM. Perseroan masih fokus memberikan restrukturisasi kepada debitur yang terdampak pandemi Covid-19. "Karena banyak juga yang kolaps (UMKM) dari pada yang survive, penyaluran tahun ini lebih selektif, kami sedang kontrol di sisi kualitas," tutur Yennie.

Lebih lanjut, Yennie mengatakan, tahun depan nasabah seperti Suroso akan menjadi prioritas Mandiri Syariah untuk bisa naik kelas, serta bisa mendapat kredit usaha rakyat (KUR). "Pak Suroso sekarang dapat pembiayaan reguler, tahun depan berpotensi dapat KUR dengan margin lebih rendah dari sekarang yang lebih besar marginnya," tutur Yennie.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN