Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

DPR Ajak Masyarakat Bangun Citra Positif Bank Syariah Indonesia

Selasa, 22 Desember 2020 | 12:13 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun citra positif mengenai Bank Syariah Indonesia Tbk. Keberadaan Bank Syariah selain menjadi aset besar bangsa, juga mencerminkan kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta masyarakat menepis berbagai praduga tak beralasan, karena kelahiran Bank Syariah Indonesia Tbk sudah sesuai tuntutan zaman dan merupakan kebijakan strategis pemerintah.

"Saya kira masyarakat harus menghilangkan berbagai kekhawatiran dan praduga yang tidak beralasan," ujar Fathan di Jakarta, Selasa (22/12).

Saat ini, proses pembentukan Bank Syariah Indonesia masih berlangsung. Bank hasil merger tiga lembaga perbankan syariah milik Himbara ini diproyeksikan efektif beroperasi, pada 1 Februari 2021.

Menurut Politikus PKB ini, merger tiga bank syariah milik negara adalah kebijakan tepat guna menjawab kebutuhan dan kondisi global. Karena itu, dukungan seluruh pihak harus diberikan terhadap proses merger.

"Ini langkah yang sangat strategis dan antisipatif dari pemegang saham yaitu pemerintah, karena situasi global dan juga tuntutan manajemen sehingga merger adalah langkah yang tepat," tuturnya.

Pendapat senada disampaikan Ketua DPP PAN sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI Jon Erizal. Dia berpendapat, penggabungan usaha tiga bank milik negara harus didukung karena hal ini membuat potensi pasar syariah yang besar di Indonesia dapat tergarap lebih maksimal ke depannya.

Jon mengungkapkan, dengan modal dan aset Bank Syariah Indonesia yang besar pasca merger, maka kehadiran perusahaan ini bisa benar-benar menyentuh masyarakat di seluruh daerah. Jangkauan luas ini membuat penetrasi layanan perbankan dan keuangan syariah akan semakin tumbuh.

"Pertumbuhan bank syariah selama ini cukup baik tapi belum maksimal. Dengan merger, size akan lebih besar dan bisa lebih berkompetisi dengan bank lain di luar negeri. Kalau tiap bank syariah jalan sendiri-sendiri, maka kekuatannya masih jauh di bawah bank negara lain, seperti bank syariah di Malaysia yang asetnya sudah Rp 350 triliun lebih. Merger membuat perbankan syariah jadi kuat, apalagi sudah ada satu bank anggota yang i sehingga bisa menarik modal atau right issue, dan lekas membuat bank ini jadi BUKU 4," papar Jon.

Menurut Jon, penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah merupakan langkah tepat untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang terjangkau seluruh masyarakat. Merger juga membuat efisiensi tercipta, sehingga entitas baru nanti diharap bisa semakin lincah dan gesit dalam bergerak mencapai visi dan misi.

Pembentukan Bank Syariah Indonesia, lanjutnya, harus didukung penuh oleh regulator, dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, masyarakat juga harus mendukung dan memanfaatkan keberadaan Bank Syariah Indonesia nanti dengan maksimal.

"Karena dengan hadirnya bank ini maka akses layanan syariah bisa dinikmati secara lebih maksimal lagi oleh masyarakat di manapun berada. Tapi, Bank Syariah Indonesia harus betul-betul menyasar juga segmen UMKM. Karena mayoritas umat ada dan berkegiatan di segmen itu. Dengan kondisi perekonomian seperti saat ini, di mana UMKM menjadi tulang punggung bagi Indonesia, dukungan bagi segmen ini harus benar-benar diperhatikan oleh Bank Syariah Indonesia," jelas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN