Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung DPR-MPR-DPR RI di Senayan.  Foto: Ist

Gedung DPR-MPR-DPR RI di Senayan. Foto: Ist

DPR Dorong Merger Bank Syariah

Kamis, 9 Juli 2020 | 12:28 WIB
Novy Lumanuw

JAKARTA, investor.id –  Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily  mendorong  rencana merger bank-bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diwacanakan Menteri BUMN  Erick Thohir.

Ace menilai merger bank syariah akan menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar dan contoh perkembangan keuangan syariah.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia menjadi contoh tentang bagaimana keuangan syariah dapat berkembang dan tumbuh dengan pasar yang besar,” kata Ace melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (9/7/2020).

Ia berharap merger bank syariah BUMN mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah dan mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari bank konvensional ke bank syariah.

“Langkah merger bank-bank syariah BUMN saya kira patut didukung. Merger bank syariah Himbara ini harus diarahkan pada upaya memperkuat kinerja perbankan syariah dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah di Indonesia. Jika semakin tinggi kepercayaan masyarakat muslim terhadap pendekatan syariah dalam perbankan akan semakin mendorong pasar yang besar untuk tumbuhnya perbankan syariah di Indonesia,” ujar dia.

Menurut Ace, perbankan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh di Indonesia, karena belum digarap secara optimal. Disebutkan, perbankan syariah tidak hanya sekadar mengelola uang yang ditabung nasabah, tetapi juga mengelola dana-dana lain seperti zakat, infaq dan wakaf.

“Selain menjadi industri keuangan dengan prinsip syariah, bank-bank merger Himbara ini dapat mendorong skema lainnya seperti zakat, wakaf, infaq dan lain-lain,” kata Ace.

Berdasarkan data yang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang potensi keuangan syariah, menyatakan penetrasi perbankan syariah di Indonesia masih belum tergali secara maksimal.

Saat ini market share perbankan syariah masih di kisaran 6%. Pembiayaan atau kredit di 6,38%, dana pihak ketiga atau dana masyarakat yang berhasil dihimpun di kisaran 6,7%. Dari sisi aset, total aset seluruh bank syariah itu baru Rp 537 triliun, sedangkan perbankan konven total asetmya sudah di angka Rp 8.402 triliun.

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di masa depan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN