Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Dukung UMKM, BRI Gelar Brilianprenuer Expo(rt) 2020

Rabu, 2 Desember 2020 | 04:28 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendukung upaya menumbuhkembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, perseroan menggelar Brilianpreneur Expo(rt) 2020 guna memfasilitasi UMKM memasuki pasar internasional.

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan bahwa 99% entitas bisnis di Indonesia adalah UMKM. Kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) pun mencapai 60,9%. Serta yang tidak kalah penting adalah kontribusi UMKM sebesar 97% dalam menyerap angkatan kerja.

Dirut BRI Sunarso
Dirut BRI Sunarso

Menurut dia, BRI sebagai BUMN turut serta menjalankan amanah negara untuk menyejahterakan rakyatnya. Hal itu erat kaitannya dengan menumbuh kembangakan UMKM. Karena dengan begitu, kebutuhan akan tenaga kerja akan meningkat dan diharapkan bisa mendorong kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, sambung Sunarso, tumbuh kembang UMKM sendiri akan terkendala jika produk yang disuguhkan tidak dikonsumsi. Dengan berbagai varian yang ada, seyogianya produk-produk UMKM pun mesti berkualitas dan tidak hanya dikonsumsi oleh pasar domestik.

"BRI dalam rangka ulang tahunnya menyelenggarakan Brilianprenuer UMKM Expo(rt) dengan tujuan produk-produk UMKM tidak hanya diserap oleh pasar domestik tapi juga bisa diserap oleh ekspor. Dengan demikian akan lebih banyak tenaga kerja yang terserap, dan menjaga sustainability kesejahteraan masyarakat," kata Sunarso saat konferensi pers, Selasa (1/12).

Dia menuturkan, tentu UMKM mesti lebih dulu meningkatkan kualitas dari berbagai aspek untuk bisa masuk ke pasar internasional. Hal pertama yang perlu pertama disadari adalah aspek edukasi, baik terkait spirit kewirausahaan, kemampuan administrasi, hingga manajerial. Jika permasalahan edukasi telah tuntas, maka barulah bisa beranjak ke tahap pendanaan untuk UMKM bisa mengakselerasi pasar.

Selanjutnya, ungkap Sunarso, hal yang tidak kalah penting yakni pendampingan terintegrasi. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan usaha yang dijalankan bisa berkelanjutan. Alhasil, UMKM diharapkan bisa tumbuh berkembang dan mampu menjamah pasar internasional.

Bank BRI. Foto: DAVID
Bank BRI. Foto: DAVID

Dia mengemukakan, penyelenggaraan Brilianprenuer (Expo(rt) juga berupaya menyelesaikan sejumlah kendala-kendala tersebut. Penyelenggaraan di tahun lalu misalnya, selama tiga hari penyelenggaraan tercatat dihadiri 16 ribu pengunjung. Acara tersebut mampu memfasilitasi 23 kontrak antara importir dan peserta UMKM dengan nilai transaksi mencapai US$ 33,5 juta. Ketika itu, BRI menghadirkan sebanyak 74 buyer dari 16 negara.

Sedangkan pada tahun ini, Sunarso mengatakan, acara diselenggarakan secara virtual dan fisik. Kendati terselenggara di tengah pandemi Covid-19 tapi target transaksi dan kontrak turut diharapkan bisa lebih baik. "Harapannya melebihi 23 kontrak, kalau nilainya lebih dari US$ 50 juta itu sudah bagus," ucap dia.

Sunarso menegaskan, kontrak yang disepakati itu juga diharapkan terjalin lebih lanjut. Bahkan memungkinkan untuk melahirkan kontrak-kontrak terbaru. Seperti di awal, ketika akses produk sudah banyak dikonsumsi dan UMKM perlu berakselerasi lebih cepat, maka BRI sebagai lembaga keuangan mulai menjalankan peran utamanya.

"Dengan begitu, BRI akan senang karena sejak lama BRI sudah menargetkan porsi kredit untuk UMKM bisa mencapai 80%. Tapi dari dulu tidak pernah tercapai, paling tercapai 78%. Alhamdulillah, per September 2020 porsi kredit UMKM itu sudah mencapai 80,36%. atau sekitar Rp 700 triliun kredit diberikan UMKM," jelas Sunarso.

Di sisi lain, dia menjelaskan, kemampuan BRI untuk menjangkau UMKM terbilang cukup baik. Kehadiran sekitar 9.600 outlet termasuk dukungan satelit memungkinkan perseroan menyusup ke berbagai wilayah di Indonesia. Tapi kemampuan itu kurang maksimal jika kebutuhan terkait kredit tidak banyak.

Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Dia pun menjabarkan, situasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat terkoreksi tapi kini mulai pulih (recovery). Hal itu memancarkan titik terang bahwa kedepan pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik bahkan diharapkan tumbuh positif.  

"Kondisi itu pertumbuhan ekonomi penting dikembalikan ke posisi normal supaya entitas bisnis dapat tetap mempekerjakan orang. Nah entitas bisnis tidak bisa bergerak sendiri, maka pemerintah harus turun tangan dengan berbagai stimulus," ujar dia.

Kini, kata Sunarso, kemampuan BRI menjamah berbagai wilayah sedikit bergeser untuk mendukung penyaluran stimulus. Karena dia menilai, hal itu juga menjadi bagian dari strategi bisnis BRI saat ini. Lantaran kehadiran stimulus diperuntukan menumbuhkan aspek permintaan dan daya beli. Kalau sudah begitu maka UMKM bisa kembali bergeliat, tentu sejalan dengan harapan BRI.

Sunarso menyampaikan, stimulus yang diberikan pemerintah pun sudah tepat sasaran. Stimulus pertama, terkait belanja negara atau bantuan langsung. Kedua, yakni penjaminan kredit karena meski permintaan kredit minim sejatinya masih relatif berisiko. Hal itu tentu dilakukan agar bank berkenan menyalurkan kredit sebagai pemenuhan kebutuhan atau sekedar menjaga arus kas UMKM.

Di sisi lain, Kurator BriIlianpreneur 2020 Kategori Home Decor & Craft Dianna Natsir menyatakan, proses kurasi di Brilianprenuer kali ini lumayan panjang. Pihaknya melakukan proses kuransi dua tahap yakni pada Agustus dan Oktober. Setidaknya tercatat sekitar 1.400 UMKM mendaftar lewat kanal web.

Dalam prosesnya, kata dia, delapan sektor UMKM lebih dulu disaring lewat tahap administrasi untuk berlanjut ke tahap wawancara. Pada tahap ini, kurator melakukan wawancara secara virtual tapi kurasi produk dan layanan tetap dilakukan secara fisik. "Misalnya produk berupa kursi maka kita coba langsung secara proporsional dan ekonomisnya. Proses ini dilakukan secara profesional untuk bisa dihadirkan dalam Brilianpreneur 2020," terang dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN