Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Erick Thohir saat meninjau kegiatan vaksinasi para tenaga kesehatan, asisten dan penunjang tenaga kesehatan (nakes) di bawah naungan rumah sakit BUMN, yang berlangsung di RS Pusat Pertamina, Jakarta, Senin 18 Januari 2021. Foto: dok

Menteri Erick Thohir saat meninjau kegiatan vaksinasi para tenaga kesehatan, asisten dan penunjang tenaga kesehatan (nakes) di bawah naungan rumah sakit BUMN, yang berlangsung di RS Pusat Pertamina, Jakarta, Senin 18 Januari 2021. Foto: dok

Erick Targetkan BSI Masuk 10 Besar Bank Syariah Dunia

Jumat, 22 Januari 2021 | 23:14 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, saat resmi beroperasi pada 1 Februari 2021 nanti, total nilai aset PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan mencapai Rp 225 triliun. Nilai ini bakal memasukkan BSI dalam kelompok 10 besar bank syariah di dunia dari sisi aset.

Tak hanya aset, selanjutnya Erick menargetkan BSI masuk dalam jajaran 10 bank syariah ber kapitalisasi pasar terbesar di dunia pada 2025. Dalam lima tahun mendatang, kapitalisasi pasar BSI diharapkan bisa mencapai US$ 7-8 miliar atau setara dengan Rp 98-112 triliun.

“Kami tidak cukup berpuas diri, kami juga menargetkan bahwa penggabungan bank syariah ini selanjutnya bisa menjadi pemain dengan size global. Karena itu, sejak awal pada tahun 2025 harus masuk top 10 bank syariah global,” ujar Erick dalam acara 7th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) dengan tema "Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Sovereign Wealth Fund dalam Pemerataan Ekonomi Umat”, Jumat (22/1), secara virtual.

BSI merupakan hasil merger atau penggabungan usaha perbankan milik BUMN yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk, PT BNI Syariah, dan PT Bank Mandiri Syariah. Ia menambahkan BSI juga menjadi pembuktian Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim mempunyai bank syariah yang kuat secara fundamental.

Pada kesempatan itu Erick juga mengatakan bahwa penetrasi pasar perbankan syariah nasional hingga kini masih sangat rendah yaitu hanya 4,1%. Angka ini jauh di bawah negara tetangga Malaysia yang telah memiliki penetrasi pasar perbankan syariah hingga 28,9%. Indonesia pun masih kalah dari Turki yang memiliki penetrasi hingga 6,1% serta Yordania hingga 16,4%.

Menurut Erick, diperlukan keberpihakan bahkan intervensi dari pemerintah agar sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki penetrasi pasar perbankan syariah yang besar pula. Apalagi, peluang tersebut terbuka sangat lebar dengan pergeseran minat penduduk Indonesia terhadap kehidupan syariah yang mulai terjadi sejak 2016.

“Ini yang saya rasa harus menjadi fokus bagaimana opsi dari ekonomi syariah ini menjadi opsional yang harus menjadi prioritas. Tentu kami harus melakukan intervensi agar ada keberpihakan yang lebih baik,” ujar dia.

Oleh karena itu, lanjut Erick, Kementerian BUMN membuat terobosan dengan rencana merger tiga bank syariah milik bank BUMN. “Bagaimana masing-masing bank ini akan kita refokus, akan kita targetkan menjadi pemain-pemain yang menjadi stabilisator dari pertumbuhan dan keberpihakan kepada ekonomi yang lebih luas, tidak hanya berpangkal kepada sebagian orang saja,” tandas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN