Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Harda. Foto: bankbhi.co.id

Bank Harda. Foto: bankbhi.co.id

Februari 2021, Chairul Tanjung Tuntaskan Akuisisi Bank Harda

Jumat, 4 Desember 2020 | 20:40 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Chairul Tanjung (CT) melalui PT Mega Corpora berkomitmen memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi jangka panjang di Indonesia, khususnya di bidang perbankan. Untuk itu, pada Februari 2021 diperkirakan proses akuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk tuntas setelah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nantinya, status pengendalian Bank Harda  akan berpindah ke Mega Corpora seiring dengan rencana mengambil alih 3,08 miliar saham atau setara 73,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Bank Harda dari PT Hakimputra Perkasa.

Merujuk prospektus ringkas rancangan pengambilalihan yang dipublikasikan bank berkode emiten BBHI ini akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan dan merupakan salah satu syarat permohonan izin OJK Pengawasan Perbankan untuk menerbitkan izin pengambilalihan tersebut. RUPSLB rencananya akan dilakukan di Jakarta, pada 29 Januari 2021.

Rencana pengambilalihan dilakukan dengan memperhatikan kepentingan bank, masyarakat, persaingan sehat dalam melakukan usaha, dan jaminan tetap terpenuhinya hak pemegang saham dan karyawan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan prospektus ringkas tersebut, alasan pengambilalihan Bank Harda karena Mega Corpora berkomitmen memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi jangka panjang di Indonesia, khususnya di industri perbankan.

"Untuk itu, Mega Corpora berencana untuk mengembangkan Bank Harda menjadi sebuah bank dengan platform teknologi digital sehingga menjadikan Bank Harda sebagai bank yang lebih kuat dan mempunyai daya saing berskala nasional," tulis Manajemen Bank Harda, Jumat (4/12).

Setelah dilaksanakan pengambilalihan, CT melalui Mega Corpora akan memperkuat
struktur permodalan Bank Harda, mengembangkan produk dan layanan yang inovatif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Bank Harda berkeyakinan bahwa pelaksanaan rencana pengambilalihan oleh Mega Corpora akan meningkatkan daya saing dalam menghadapi perkembangan dan dinamika sektor perbankan Indonesia di masa depan," tulis prospektus ringkas tersebut.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo mengungkapkan, dalam rencana pengambilalihan Bank Harda, Chairul Tanjung sudah berkomitmen untuk meningkatkan permodalan Bank Harda ke depannya, supaya layanan digital semakin ditingkatkan. "Arahnya ingin menjadi digital banking," ujar Edy kepada Investor Daily, Selasa (3/11).

Adapun, sumber dana untuk melaksanakan rencana pengambilalihan Bank Harda oleh Mega Corpora berasal dari dana internal Mega Corpora. Dengan demikian, Mega Corpora menegaskan dan menyatakan bahwa sumber dana tersebut tidak berasal dari pinjaman dan atau fasilitas pembiayaan dari bank lain atau pihak lain di Indonesia. Kemudian, sumber dana tidak diperoleh dari atau untuk tujuan pencucian uang (money laundering) atau hal-hal yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mega Corpora berencana untuk mempertahankan karyawan Bank Harda sesuai dengan kompetensi dan dinamika organisasi. Perubahan pengendali pada Bank Harda juga akan memperhatikan hak-hak karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku.

"Untuk kepentingan keberlangsungan usaha dan untuk memastikan terjadinya proses integrasi yang lancar, maka akan dilakukan penguatan manajemen yang sesuai dengan rencana pengembangan usaha Bank Harda. Oleh karenanya, Mega Corpora sewaktu-waktu dapat mengangkat anggota-anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang baru," tulis Manajemen Bank Harda.

Berdasarkan perkiraan jadwal, hari terakhir jangka waktu tunggu untuk penyampaian keberatan kreditur atas rencana akuisisi pada 18 Desember 2020. Pemanggilan RUPSLB Bank Harda pada 7 Januari 2021, pelaksanaan RUPSLB Bank Harda pada 29 Januari 2021, penyampaian kelengkapan dokumen permohonan izin akuisisi Bank Harda dan dokumen fit and proper test kepada OJK pada 3 Februari 2021, dan perkiraan persetujuan pengambilalihan dari OJK diperkirakan pada 24 Februari 2021.

Harga penawaran tender wajib akan ditetapkan dengan menggunakan harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 hari kalender sebelum tanggal pengumuman rencana pengambilalihan tersebut yakni periode 4 Agustus 2020 sampai 1 November 2020 yakni sebesar Rp 160,26 per saham.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN