Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Suasana pelayanan kantor cabang BPJS Kesehatan di Pancoran, Jakarta Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Ini 6 Fokus Utama BPJS Kesehatan di 2022

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:03 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, di tahun 2022 ini, BPJS Kesehatan telah menetapkan enam fokus utama yang tercantum dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2022.

Fokus pertama adalah peningkatan mutu layanan dengan berbagai inovasi. Ghufron memaparkan, strategi yang dijalankan antara lain penguatan standarisasi layanan secara nasional di seluruh satuan kerja dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama, optimalisasi layanan digital di seluruh titik layanan, serta peningkatan inovasi layanan kepada peserta. 

“Kami fokus berkeinginan bagaimana mutu layanan kepada peserta JKN bisa meningkat. Misalnya terkait antrean, sekarang ini peserta bisa menggunakan sistem antrean online, sehingga tahu kapan akan dilayani dan tidak perlu mengantre lama di fasilitas kesehatan,” kata Ali Ghufron Mukti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (19/1/2022).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, 19 Januari 2022
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR, 19 Januari 2022

Fokus kedua yakni perluasan kepesertaan untuk peningkatan cakupan peserta. Ketiga, menjaga kesinambungan finansial program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Untuk diketahui, BPJS tidak lagi mengalami defisit. Kami bersyukur tahun 2021 sudah surplus. Belum terlalu sehat sekali, tetapi sudah positif,” kata Ghufron.

Diketahui, posisi aset bersih per 31 Desember 2021 dalam kondisi surplus yang mencapai Rp 39,45 triliun. Nilai ini mampu memenuhi 4,83 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan.

Selanjutnya yang menjadi fokus keempat adalah peningkatan engagement pemangku kepentingan dan penguatan komunikasi organisasi. Pada 2021 lalu, BPJS Kesehatan juga membuat program “BPJS Mendengar” untuk menghimpun aspirasi dari berbagai pihak. Aspirasi tersebut kemudian dimasukkan dalam rencana strategis dalam 5 tahun.

Strategi kelima yakni peningkatan kapabilitas badan. Keenam, optimalisasi penugasan khusus dari pemerintah, antara lain yang terkait dengan penanganan Covid-19.

“Enam fokus utama ini merupakan kumpulan inisiatif strategis yang akan dilaksanakan dalam RKAT 2022 tanpa mengesampingkan program-program kerja rutin BPJS Kesehatan yang ada dalam RKAT 2022,” kata Ghufron.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN