Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi uang. (Pixabay)

Ilustrasi uang. (Pixabay)

Ini Perbedaan Bank Swasta dan Bank Pemerintah yang Wajib Diketahui

Rabu, 5 Januari 2022 | 19:56 WIB

JAKARTA, investor.id - Di Indonesia terdapat cukup banyak bank-bank besar yang setiap hari bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sebagai nasabahnya. Bank-bank besar tersebut ada yang dimiliki oleh swasta dan ada juga yang dikelola oleh pemerintah melalui BUMN.

Perbedaan bank swasta dan bank pemerintah tersebut mungkin memang tidak begitu terasa dalam hal pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya.

Baik bank swasta maupun pemerintah, nasabah tetap bisa mendapatkan pelayanan dan jasa keuangan yang dibutuhkan. Bank swasta dan pemerintah juga sama-sama menyediakan fasilitas mesin ATM untuk memudahkan transaksi masyarakat. Di samping itu juga sama-sama memiliki fitur canggih untuk pelayanan digital seperti internet banking maupun mobile banking. Nah, lantas apakah perbedaan bank swasta dan bank pemerintah?

Perbedaan Bank Swasta dan Bank Pemerintah

Ketika menjadi nasabah dari bank swasta maupun pemerintah Anda tetap bisa mendapatkan dan menikmati berbagai jasa maupun layanan perbankan yang disediakan seperti membuka rekening, transfer uang antar bank, membayar tagihan bahkan hanya melihat saldo saja melalui mesin ATM.

Sedangkan kalau kita berbicara tentang perbedaan antara bank swasta dan bank pemerintah lebih jelasnya bisa dilihat di bawah ini.

1. Bank Swasta

Bank swasta adalah bank yang permodalannya berasal dari pihak swasta bukan pemerintah pusat maupun daerah. Pihak swasta yang menjadi pemodal bank tersebut biasanya kalangan pengusaha maupun badan usaha/ perusahaan di mana pemiliknya memiliki status sebagai WNI.

Jadi bisa saja pemilik modal dari bank swasta tersebut adalah orang asing tapi sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pemodal bisa individu perorangan maupun lembaga/organisasi. Di Indonesia hingga saat ini memang jumlah bank swasta lebih banyak daripada bank milik pemerintah sehingga masyarakat lebih mudah menemukannya di daerah manapun.

2. Bank Pemerintah

Sedangkan bank pemerintah adalah bank yang modalnya berasal dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Bank yang modalnya dari pemerintah pusat dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara itu bank yang modalnya berasal dari pemerintah daerah dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bank pemerintah dibagi lagi menjadi tiga jenis yang berbeda yaitu :

a. Bank Umum Pemerintah

Bank umum pemerintah adalah jenis bank yang mendapatkan modalnya dari pengumpulan dana masyarakat melalui simpanan berupa deposito maupun giro. Bank ini dalam menjalankan kegiatan operasionalnya biasanya menawarkan produk pinjaman jangka panjang kepada nasabah.

b. Bank Tabungan Pemerintah

Sedangkan bank ini menghimpun dana masyarakat melalui produk tabungan dan kemudian dana tersebut akan dikelola oleh pihak bank tersebut agar bisa memperoleh bunga.

c. Bank Pembangunan Pemerintah

Bank pembangunan pemerintah adalah bank yang dananya berasal dari pengumpulan uang nasabah melalui simpanan berupa deposito. Selain deposito bank pembangunan pemerintah juga mendapatkan modal dengan cara menerbitkan kertas berjangka pendek maupun jangka panjang.

Dilihat dari penjelasan diatas sebenarnya tidak ada perbedaan swasta dan bank pemerintah yang mencolok. Perbedaan mendasar hanyalah pada siapa pemilik modalnya saja. Selebihnya nasabah tetap dapat menikmati beragam pelayanan perbankan yang relatif sama seperti transfer antar bank dan sebagainya. Kemudahan transfer antar bank juga bisa Anda dapatkan melalui Flip.

Nantinya Anda juga bisa melihat jumlah saldo Flip yang Anda miliki secara berkala. Pada awalnya Saldo Flip hanya untuk menampung kode unik dari setiap transaksi. Saat ini Saldo Flip sudah bisa digunakan untuk transfer uang ke lebih 100 bank tanpa menggunakan aplikasi lain untuk mempermudah transaksi uang bagi pengguna dan meningkatkan pengalaman serta kepuasan penggunanya. Selain itu Flip juga sudah mendukung layanan 24 jam 7 hari.

Saldo juga dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan token listrik di Flip. Saldo Flip bisa Anda isi dan tarik atau Anda cairkan ke rekening dengan minimum nominal penarikan Rp10.000.

Flip merupakan aplikasi transfer uang antar bank gratis sehingga Anda bisa hemat Rp6.500 per transaksi transfer. Baik transfer uang antar bank swasta maupun bank pemerintah semuanya tanpa biaya. 

Melalui Flip selain bisa transfer uang beda bank secara gratis Anda juga dapat melakukan top up e-wallet seperti GoPay, DANA, OVO maupun ShopeePay dengan mudah kapan saja dan dari mana saja. Kalau saldo e-wallet selalu tersedia otomatis urusan belanja dan bayar tagihan akan lancar. 

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN