Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Bank Syariah Mandiri. Foto: mandirisyariah.co.id

Jelang Legal Merger Besok, Laba Mandiri Syariah Capai Rp 1,43 Triliun

Minggu, 31 Januari 2021 | 11:46 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang impresif menjelang merger. Capaian positif Mandiri Syariah tercermin dari perolehan laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun, naik 12,51% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut berasal dari pendapatan margin dan bagi hasil bersih sepanjang 2020 tumbuh 11,02% (yoy) menjadi Rp 5,87 triliun. Kemudian pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) tercatat sebesar Rp 2,09 triliun, atau meningkat 11,86% (yoy), pencapaian tersebut dari Mandiri Syariah Mobile (MSM) sebesar Rp 66,9 miliar naik 72% (yoy).

Konsistensi Mandiri Syariah dalam melakukan inovasi produk layanan berbasis teknologi juga membuahkan hasil dengan adanya kenaikan transaksi di layanan digital MSM selama tahun 2020 yang naik sebesar 82,25% (yoy) dengan nilai transaksi sebesar Rp 50,26 triliun.

Selain membukukan kenaikan laba bersih, Mandiri Syariah juga mencatat kinerja positif secara keseluruhan dengan pertumbuhan aset, pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Capaian ini menunjukkan kuatnya tata kelola perusahaan yang dilakukan secara terukur serta sesuai kaidah.

"Alhamdulillah, kami bersyukur atas semua pencapaian positif sepanjang 2020. Dan tentunya kami berterima kasih kepada seluruh stakeholders, terutama nasabah, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan memberi kepercayaan kepada Mandiri Syariah," ujar Direktur Utama Mandiri Syariah Hery Gunardi dalam keterangannya, Sabtu (30/1).

Lebih lanjut, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, secara keseluruhan raihan laba bersih Mandiri Syariah pada 2020 ditopang pertumbuhan pembiayaan dan membaiknya rasio pendanaan murah yang dikelola perusahaan.

"Pembiayaan Mandiri Syariah tahun lalu tumbuh 10,43% menjadi Rp 83,43 triliun. Pembiayaan didorong kontribusi kenaikan pembiayaan segmen retail sebesar 18,41% (yoy) menjadi Rp 53,24 triliun," ucap dia.

Kinerja positif pembiayaan segmen retail ini didukung produk layanan berbasis emas (cicil emas dan gadai emas) yang naik 32,23% menjadi Rp 3,94 triliun dan pembiayaan konsumer yakni pembiayaan mitraguna, pembiayaan pensiunan, pembiayaan kepemilikan kendaraan dan rumah yang tumbuh 29,13% menjadi Rp 39 triliun selama tahun 2020. Adapun untuk segmen corporate banking naik 4,83% menjadi Rp 23,43 triliun.

Terkait kualitas pembiayaan, Mandiri Syariah mampu mengimbangi pertumbuhan pembiayaan yang solid sepanjang 2020 dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang terjaga, di mana NPF Netto tercatat 0,72% dan NPF gross sebesar 2,51%.

Untuk DPK meningkat 12,80% (yoy) menjadi Rp 112,58 triliun, kinerja positif terjadi karena ditopang pertumbuhan tabungan hingga 18,73% menjadi Rp 47,25 triliun.

Lebih lanjut, Hery memaparkan, pertumbuhan ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Mandiri Syariah sekaligus dampak dari adanya kemudahan layanan pembukaan rekening secara online. Selama tahun 2020 tercatat sebanyak 241.278 nasabah yang membuka rekening dari gawai.

"Insya Allah, capaian positif Mandiri Syariah sepanjang 2020 tidak membuat kami terlena. Hal ini justru melecut semangat kami agar semakin tumbuh dan memberi sumbangsih yang lebih besar lagi ke depannya bagi nasabah, masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Hery.

Selama tahun 2020 Mandiri Syariah mencatatkan penghimpunan zakat, sedekah, wakaf dan infak sebesar Rp 151,7 miliar dengan jumlah penyaluran sebesar Rp 147, 5 miliar melalui program Pemberdayaan Desa BSM (Bina Sejahtera Mandiri), pembangunan masjid Mandiri Syariah Cipali, program BSM Mengalirkan Berkah (BMB), Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP), ATM Beras, Bank Wakaf Mikro (BWM).

"Catatan bagus ini menjadi modal penting bagi Mandiri Syariah untuk bersama-sama dengan dua bank syariah milik Himbara berkembang bersama di dalam satu entitas baru yang akan dibentuk, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk," tutup Hery. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN