Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi di mesin Anjungan Tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Jumat (12/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi di mesin Anjungan Tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Jumat (12/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kabareskrim Usut Hoax Bank Bangkrut

Sabtu, 13 Juni 2020 | 10:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah mengusut informasi bohong (hoax) yang beredar di masyarakat bahwa sejumlah bank mengalami masalah akut, bahkan di ambang kebangkrutan akibat pandemi Covid-19.

“Informasi itu tidak benar. Kami sedang mengusut hoax tersebut,” tegas Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit saat dihubungi di Jakarta, Jumat (12/6).

Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit. Foto: IST
Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit. Foto: IST

Menurut Kabareskrim, selain menyatakan bank-bank mengalami bangkrut, salah satu hoax itu menggambarkan kondisi perbankan nasional memburuk dengan berbagai skenario penyelamatan.

Analisis tersebut seolah-olah dikeluarkan Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo mendesak Polri untuk segera melacak dan menindak tegas siapa pun yang ambil bagian, baik mengarang maupun menyebar hoax tentang bank-bank yang kondisinya memburuk dan mengalami kebangkrutan.

“Sistem perbankan kita baik-baik saja, jangan diganggu. Nggak ada bank yang dalam kondisi bahaya,” tandas Bambang Soesatyo.

Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo

OJK telah menegaskan bahwa dokumen dan informasi yang beredar itu adalah hoax semata, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. OJK juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak termakan hoax.

Berdasarkan data OJK per April, rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) per April 2020 berada di level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Selain itu, profil risiko lembaga jasa keuangan pada April 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) gross sebesar 2,89%, sedangkan NPL net bank umum konvensional mencapai 1,09%.

“Karena itu, OJK mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar. Jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan, masyarakat bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081157157157,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo

Tak Perlu Ragu

Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna

Mengutip pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna, Anto Prabowo juga memberikan konfirmasi bahwa masyarakat tidak perlu ragu terhadap kondisi bank-bank nasional.

Soalnya, pengawasan bank dilakukan langsung oleh OJK.

Anto Prabowo menjelaskan, pandemi Covid-19 mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan mulai April 2020. Namun, berdasarkan berbagai indikator dan profil risiko, kondisi stabilitas sistem keuangan sampai saat ini tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif.

Dia mengungkapkan, dalam upaya memitigasi dampak pelemahan ekonomi dan menjaga ruang untuk peran intermediasi sektor jasa keuangan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus lanjutan bagi sektor perbankan.

“Kinerja intermediasi industri perbankan nasional per April 2020 tumbuh sejalan dengan perlambatan ekonomi. Kredit perbankan tumbuh 5,73% secara tahunan (year on year/yoy). Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,08% (yoy),” papar Anto.

Di sisi lain, BPK menyatakan bahwa OJK dan BPK senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. BPK juga menegaskan bahwa lembaga itu tidak pernah membuat pernyataan seperti banyak diberitakan, terutama di media sosial (medsos).

Berdasarkan catatan Investor Daily, hoax tentang adanya belasan bank bermasalah muncul dalam beberapa pekan terakhir. Informasi itu beredar di medsos dan menjadi pesan berantai.

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna mengaku merasa aneh, sebab BPK tidak pernah menyebut bank bank yang dirumorkan. Itu sebabnya, ia mengajak semua pihak untuk tidak membuat pernyataanpernyataan yang justru dapat memancing kegaduhan.

“Termasuk tudingan terhadap BPK sebagai pihak yang memunculkan nama tujuh bank yang dinilai bermasalah. Padahal, perbankan tidak ada masalah,” tandas dia.

Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta
Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

OJK juga telah mengeluarkan pernyataan di media massa pada 8 dan 9 Mei 2020 bahwa hasil audit BPK tidak mencerminkan kualitas pengawasan OJK secara keseluruhan. Kecuali itu, OJK menegaskan bahwa otoritas itu telah melaksanakan berbagai langkah peningkatan kualitas pengawasan sebagaimana concern dari BPK.

Di pihak lain, BPK telah mengeluarkan pernyataan di media massa bahwa temuan BPK sudah ditindaklanjuti, sehingga nasabah tujuh bank tak perlu khawatir. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN