Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

Kantongi Izin OJK, danabijak Catat Pembiayaan Tumbuh 4,5 Kali

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Digital Micro Indonesia (danabijak) berhasil mengantongi status berizin sebagai penyelenggara fintech p2p lending dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan juga mencatat penyaluran pembiayaan telah tumbuh 4,5 kali lipat secara bulanan.

CEO & Co-founder danabijak Markus Prommik menyampaikan, status berizin yang diperoleh perusahaan ditandai oleh putusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-92/D.05/2021 tertanggal 8 September 2021. Lisensi itu menjadi poin pembeda dari pelaku serupa lainnya sekaligus memperkuat posisi danabijak sebagai fintech yang kredibel dan dapat dipercaya oleh masyarakat luas. Sudah menjadi komitmen perusahaan untuk membantu menciptakan ekosistem fintech lending yang bertanggung jawab.

"Pada era keuangan digital ini, izin ini merupakan bentuk nyata dari kemampuan kami untuk membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kondisi keuangan mereka melalui sistem kami yang aman, adil dan transparan, sehingga dapat membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi kita semua,” terang dia melalui siaran pers, akhir pekan ini.

Selama lima tahun berdiri, Markus menerangkan, perusahaan terus berupaya untuk memperluas jangkauannya terhadap kelompok underbanked. danabijak juga mengizinkan para penggunanya untuk melakukan pelunasan lebih awal tanpa biaya penalti guna menawarkan fleksibilitas serta menjadikan pinjaman sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna.

Dia menyatakan bahwa semua proses bisnis yang dijalankan aman dan sesuai standar terbaik di industri. Perusahaan menjamin keamanan data pengguna secara ketat sesuai aturan yang berlaku. Upaya yang telah dilakukan kini membuahkan hasil yang positif.

"Secara bisnis, danabijak mencatatkan pertumbuhan yang positif di tengah pandemi yang melanda dengan kenaikan sebesar 4,5 kali untuk angka disbursement bulanan, hanya dalam waktu kurang dari setahun. Selain itu, level profitabilitas dan skalabilitas danabijak juga mencatatkan peningkatan imbas proses otomatisasi yang meningkat dan kemampuan penilaian kredit yang baik," jelas Markus.

Lebih lanjut, dia menuturkan, bulan Oktober telah ditetapkan sebagai bulan inklusi keuangan. Oleh karena itu, danabijak berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan mengajarkan para pengguna mengenai pengaturan keuangan yang tepat.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan berbagai opsi seperti perpanjangan, restrukturisasi atau perubahan pada jadwal angsuran, sehingga masyarakat dapat memahami kemampuan bayar angsuran, mengatur keuangan, sampai menguasai literasi keuangan.

Secara tidak langsung, hal tersebut dinilai ikut mendorong peluang pertumbuhan pembiayaan masyarakat. "Dengan danabijak, aksi pelunasan secara baik dan benar dapat kami dorong, fasilitasi dan hargai dengan skor kredit yang lebih baik. Melalui setiap pinjaman, para pengguna juga mendapatkan kesempatan untuk terus tumbuh bersama kami," imbuh Markus.
 
Berdasarkan data internal danabijak, hanya 1 dari 3 pemohon yang memiliki sejarah kredit pada biro kredit seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Oleh karena itu, danabijak berfokus untuk melayani kelompok underbanked sehingga dapat memberikan mereka kesempatan untuk meraih peluang finansial yang lebih baik.

"Mendapatkan lisensi ini tentunya merupakan hasil nyata dari dedikasi dan kegigihan tim danabijak. Dengan pencapaian ini, kami berkomitmen untuk dapat terus membantu lebih banyak masyarakat Indonesia, terutama kelompok underbanked dan para pelaku UMKM, dalam meningkatkan kehidupan mereka serta memberikan akses modal terhadap UMKM guna mengembangkan usaha mereka," tandas Markus.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN