Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Teguh Arifiadi dalam webinar

Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Teguh Arifiadi dalam webinar "Mencari Solusi Penanganan Pinjaman Online Ilegal" yang digelar Majalah Investor, Senin, 21 Juni 2021.

441 PINJOL ILEGAL DIBLOKIR

Kemkominfo Ingatkan Pentingnya Baca Syarat dan Ketentuan Aplikasi Pinjaman Online

Senin, 21 Juni 2021 | 19:37 WIB
Herman

Jakarta, investor.id - Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Teguh Arifiadi mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan kepada aplikasi, akses terhadap data penting di perangkat mobile seperti daftar kontak.

Menurut Teguh, kelalaian ini kerap terjadi, misalnya ketika mengakses aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Akibatnya, pinjol ilegal tersebut bisa mengkses daftar kontak yang ada di perangkat pengguna, sehingga ketika terjadi telat bayar, pelaku pinjol ilegal tersebut biasanya juga akan mengganggu orang-orang yang ada di daftar kontak tersebut.

“Kesalahan masyarakat kita itu tidak pernah membaca syarat dan ketentuan dari aplikasi. Mereka langsung klik 'setuju' saja permintaan aplikasi untuk mengakses data, sehingga akhirnya pemilik aplikasi tersebut bisa mengakses ke mana-mana mulai dari daftar kontak, kamera, sampai gambar,” kata Teguh dalam webinar “Mencari Solusi Penanganan Pinjaman Online Ilegal” yang digelar Majalah Investor, Senin (21/6/2021).

Teguh menegaskan, apabila ada aplikasi pinjaman online yang meminta persetujuan untuk mengakses lebih dari tiga data pribadi yang dibolehkan yaitu camera, microphone, dan location, dipastikan penyedia layanan pinjol tersebut ilegal.

“Jadi, sebetulnya kunci utamanya ada pada kesadaran masyarakat untuk tidak memberikan persetujuan aplikasi untuk mengakses data pribadi. Masalahnya, kurang dari 1% masyarakat kita yang membaca syarat dan ketentuan dalam aplikasi apa pun, tidak hanya aplikasi pinjol,” kata Teguh.

Terkait maraknya pinjol ilegal, Teguh menyampaikan, Kemkominfo juga terus melakukan penanganan dengan memblokir aplikasi maupun website pinjol ilegal. Di tahun 2021,  hingga 18 Juni lalu, tercatat sudah ada 441 pinjol ilegal yang diblokir.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN