Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi

Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Pengaruhi Perbankan Melalui 6 Sisi

Sabtu, 26 September 2020 | 12:24 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi menuturkan, pertumbuhan ekonomi nasional yang kontraksi 5,32% pada kuartal II-2020 telah memengaruhi kinerja sektor perbankan melalui enam sisi.

Pertama, penurunan pertumbuhan kredit karena permintaan yang melambat. Seiring dengan itu, bank juga selektif menyalurkan kredit untuk menjaga kualitas aset.

Kedua, menurut Hery Gunardi, kredit bermasalah (NPL) yang meningkat. Pada ma sa krisis saat ini banyak debitur meminta restrukturisasi kredit. Namun, ada debitur yang sebelum pandemi sudah bermasalah, sehingga NPL bank pun naik.

Ketiga, terbatasnya transaksi sehingga omzet perusahaan turun. Itu menurunkan kemampuan membayar angsuran bunga dan pokok ke bank.

“Kebutuhan likuiditas, biaya operasional, hingga penurunan CAR juga memengaruhi kinerja perbankan. Kredit bulan Juli melambat, tapi di sisi lain dana meningkat. Ini mencerminkan pelaku ekonomi hati-hati dan wait and see, menunggu kondisi membaik,” papar dia, dalam webinar Perbanas Institute di Jakarta, Jumat (25/9).

Hery mengatakan, salah satu peran perbankan dalam mendorong pemulihan ekonomi adalah mendukung program pemerintah, seperti restrukturisasi kredit, termasuk menyalurkan kredit dari dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sampai 23 September, penyaluran kredit Himbara dari dana program PEN mencapai Rp 131,85 triliun dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30 triliun.

“Di Mandiri, kami dapat Rp 10 triliun. Realisasi per 23 September sudah Rp 38,1 triliun, BRI sudah Rp 64,7 triliun, BNI Rp 17,49 triliun, dan BTN Rp 11,56 triliun. Kami terus dorong, tidak hanya segmen UMKM, tapi juga non-UMKM,” ucap dia.

Hery Gunardi mengemukakan, penempatan dana PEN berdampak positif terhadap perekonomian nasional. “Penempatan dana PEN berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97% dan menciptakan 500 ribu lapangan kerja,” tutur dia.

Strategi Perbankan

Hery Gunardi mengungkapkan, strategi Bank Mandiri dalam mendukung dunia usaha di tengah ancaman resesi adalah tetap menumbuhkan kredit secara selektif. Strategi lainnya yaitu melakukan akselerasi digital.

“Kami jaga pertumbuhan kredit secara selektif. Untuk penyaluran kredit UMKM, mereka membutuhkan pembukaan rekening digital dan butuh proses yang cepat juga,” ujar dia.

Sis Apik Wijayanto, Direktur Ko nsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
Sis Apik Wijayanto, Direktur BNI

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto mengatakan, perbankan dituntut mengatur strateginya dengan baik dalam menghadapi pandemi dan resesi global. Peran perbankan sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui penyaluran kredit.

Namun, kata dia, perbankan juga harus berhati-hati dalam menjaga per tumbuhannya, mengingat dampak sistemik dan dampak pengganda (multiplier effect) yang ditimbulkannya bila terjadi kolaps di sektor perbankan.

Menurut Sis Apik, pada sektor-sektor yang terdampak Covid-19, perbankan mengusulkan adanya regulasi khusus dari pemerintah, salah satunya perpanjangan restrukturisasi kredit.

“Lihat sektor-sektor yang punya dampak minimal dan kami bangkitkan segera dengan menyalurkan kredit. Kemudian POJK 11 memberi stimulus dan dan memberi semangat ke pelaku ekonomi. Kami berharap kebijakan itu bisa diperpanjang,” tutur dia.

Strategi lain yang ditempuh BNI, kata Sis Apik, adalah efisiensi operasional dan simplifikasi layanan terhadap nasabah.

“Kami juga terus melakukan pengembangan digital untuk menangkap perubahan tren perilaku masyarakat yang semakin aktif di ekosistem digital,” papar dia

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN