Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe paparan kinerja kuartal I-2021 industri asuransi umum secara virtual, Senin (31/5).  Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe paparan kinerja kuartal I-2021 industri asuransi umum secara virtual, Senin (31/5). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Kuartal I, Premi Asuransi Umum Tumbuh 1,5%

Selasa, 1 Juni 2021 | 05:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi umum membukukan pertumbuhan premi 1,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 20,78 triliun pada kuartal I-2021. Lini asuransi harta benda serta asuransi kecelakaan dan kesehatan menjadi pendongkrak utamanya.

Nilai premi tersebut berasal dari kinerja 72 perusahan asuransi umum yang dikumpulkan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Dari 13 lini asuransi, setidaknya terdapat enam lini yang mencatatkan pertumbuhan premi sepanjang kuartal I-2021 seperti lini asuransi harta benda, kecelakaan dan kesehatan, marine hull, energy offshore, liability, serta asuransi suretyship.

Lini asuransi harta benda tercatat tumbuh 35,8% (yoy) menjadi Rp 5,98 triliun.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe menyampaikan, lini usaha tersebut menjadi salah satu kontributor utama perolehan premi di awal tahun ini. Selain karena memang kesadaran masyarakat yang mulai naik, tren pembelian asuransi harta benda oleh masyarakat maupun korporasi tidak banyak berubah.

"Kecenderungan dari asuransi properti ini kedepan stagnan bahkan meningkat. Sementara meningkatkan premi asuransi properti di kuartal I-2021 itu banyak dari portofolio lebih dari setahun tapi banyak dibayarkan sekaligus di awal. Itu salah satu faktor yang mempengaruhi premi properti tumbuh signifikan di awal tahun ini," kata Dody saat paparan kinerja kuartal I-2021 industri asuransi umum secara virtual, Senin (31/5).

Selain itu, pihaknya juga melihat bahwa perbaikan sektor properti di akhir tahun 2020 mulai memberi dampak positif kepada lini bisnis asuransi harta benda di awal tahun 2021. Pada saat yang sama, banyak akun besar yang melakukan perpanjangan pertanggungan asuransi harta benda.

Lini yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan total premi asuransi umum adalah lini bisnis asuransi kecelakaan dan kesehatan. Kendati disatukan, asuransi kesehatan disebut lebih banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan di sepanjang kuartal I-2021. Premi tumbuh 5,7% (yoy) menjadi Rp 2,86 triliun.

Menurut Dody, peningkatan premi asuransi kesehatan banyak dipengaruhi sentimen pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk menekan risiko lewat asuransi.

"Pada kondisi saat ini kebutuhan asuransi kesehatan itu naik, ditunjukkan dengan banyak perusahaan asuransi, baik jiwa atau umum yang membuat produk asuransi untuk mengakomodir kebutuhan risiko pandemi Covid-19. Ini yang match dengan kebutuhan masyarakat, sehingga nampak premi asuransi kesehatan naik," jelas dia.

Untuk lini usaha energy offshore, sambung Dody, sampai kuartal I-2021 tumbuh 410% (yoy) menjadi Rp 31,42 miliar. Peningkatan yang signifikan itu ada faktor perolehan premi pada periode sama tahun sebelumnya yang relatif kecil. Namun demikian, pemain di sektor usaha energi mulai kembali bergerak, seiring dengan harga minyak mentah yang secara perlahan meningkat dan kedatangan sejumlah investor asing ke Indoensia untuk berbisnis di sektor tersebut. Hal itu yang secara langsung membuat premi asuransi energy offshore naik signifikan.

Sementara itu, lini asuransi suretyship tercatat tumbuh 47,5% (yoy) menjadi Rp 512,64 miliar di kuartal I-2021. Dody mengatakan, pertumbuhan itu terjadi diantaranya berkat putusan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan perusahaan asuransi umum menerbitkan polis asuransi suretyship. Keputusan itu mendorong keyakinan dari kontraktor atau pemilik proyek tetap menekan risiko proyek melalui asuransi.

"Memang ada produk lain seperti asuransi suretyship, tapi produk asuransi suretyship masih punya tempat bagi kontraktor atau pemilik proyek. Ditambah dengan berjalannya aktivitas ekonomi seperti proyek-proyek pemerintah dan swasta meski tidak segencar sebelum Covid-19, cukup memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan premi suretyship di kuartal I-2021," terang dia,

Adapun premi marine hull berhasil dibukukan sebesar Rp 672,24 atau tumbuh 14,4% (yoy). Peningkatan premi juga dikontribusikan dari lini asuransi liability sebesar 11% (yoy) menjadi sebesar Rp 977,20 miliar.

Tumbuh Lebih Baik
Di sisi lain, AAUI turut mencatat premi asuransi umum dari sejumlah lini bisnis lainnya masih tumbuh negatif di kuartal I-2021. Misalnya asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, marine cargo, aviation, energy onshore, engineering, dan asuransi aneka (miscellaneous).

Dody menerangkan, premi dari asuransi kendaraan bermotor terkontraksi 19,9% (yoy) menjadi Rp 3,97 triliun. Dia mengatakan, pada prinsipnya aktivitas ekonomi yang didorong pemerintah itu diharapkan bisa meningkatkan premi asuransi, tapi ada yang berdampak secara langsung dan tidak langsung. Dampak tidak langsung itu terjadi pada asuransi kendaraan bermotor.

"Dampak tidak langsung itu terjadi pada insentif PPnBM terhadap premi asuransi kendaraan bermotor. Ada banyak parameter lain yang mempengaruhi. Pertama, industri manufaktur belum tentu langsung memproduksi kendaraan yang dipesan. Kemudian memang ada peningkatan penjualan kendaraan bermotor secara kuartalan, tapi secara tahunan masih relatif menurun," ungkap dia.

Di samping itu, relaksasi yang disodorkan pemerintah juga masih bergantung dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Ada indikasi bahwa peningkatan penjualan kendaraan bermotor lebih banyak dikontribusikan oleh segmen korporasi.

Pada kesempatan sama, Ketua Departemen Statistik AAUI Esti Handayani mengatakan, premi asuransi kredit mengalami penurunan sebesar 14,0% (yoy) menjadi Rp 2,86 triliun di kuartal I-2021. Penurunan lini bisnis tersebut dipengaruhi kontraksi bisnis dari salah satu pemain besar yang turut mencerminkan kinerja asuransi kredit secara industri. Selain karena penyaluran kredit yang masih seret, AAUI memperkirakan penurunan premi asuransi kredit mengindikasikan adanya kehati-hatian dari para penerbit produk.

AAUI juga mencatat sepanjang kuartal I-2021 premi asuransi marine cargo terkontraksi 7,9% (yoy) menjadi Rp 1,04 triliun. Premi asuransi aviation turun 41,5% (yoy) menjadi Rp 122,41 miliar. Premi asuransi energy onshore melambat 20,9% (yoy) menjadi Rp 86,48 miliar. Adapun premi asuransi engineering turun tipis 2,8% (yoy) menjadi Rp 680,75 miliar. Premi asuransi aneka juga tercatat merosot 9,8% (yoy) menjadi Rp 1,05 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisa AAUI Trinita Situmeang menyampaikan, kebijakan pemerintah menggenjot perekonomian melalui sejumlah relaksasi diharapkan mengerek kinerja asuransi umum di masa mendatang. Secara keseluruhan, tren positif yang telah terjadi di awal tahun ini diperkirakan masih akan berlanjut.

"Bisa kita lihat bahwa makro ekonomi kita terkontraksi 0,74% di kuartal I-2021, tapi kami cukup optimis di kuartal II-2021 pertumbuhan asuransi umum dan reasuransi lebih baik. Meningkatnya kesadaran masyarakat karena Covid-19 diantaranya ikut mendorong sejumlah lini asuransi tumbuh lebih cepat," kata Trinita.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN