Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran Direksi Bank Neo Commerce saat melakukan public expose di Jakarta, Rabu (29/12/2021) (foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Jajaran Direksi Bank Neo Commerce saat melakukan public expose di Jakarta, Rabu (29/12/2021) (foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Kuartal I-2022, BNC Bakal Rights Issue Rp 5 Triliun

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:52 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) terus memperkuat permodalannya sejalan dengan rencana ekspansi bisnis ke depan. Perseroan akan melakukan rights issue lagi pada kuartal I-2022 dengan mengincar dana Rp 5 triliun.

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan menjelaskan, perseroan baru saja menyelesaikan proses penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) V pada awal Desember ini dan mengalami oversubscribe 400%. Dari rights issue tersebut, perseroan meraup dana segar Rp 2,5 triliun.

Dengan adanya tambahan dana tersebut, maka rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BNC tahun ini akan ditutup di atas 50%. Langkah tersebut juga sejalan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait modal inti minimum tahun ini sebesar Rp 2 triliun, BNC setelah rights issue tersebut membukukan modal inti sekitar Rp 2,8 triliun.

Untuk tahun depan, perseroan juga akan meningkatkan modal lagi untuk memenuhi ketentuan modal inti minimal Rp 3 triliun. "HMETD VI rencananya di kuartal I (2022). Kami rencanakan double dari sebelumnya, atau Rp 5 triliun, ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis kami yang kami prediksi 2022-2023 akan terjadi lebih masif lagi digitalisasi di Indonesia," jelas Tjandra dalam public expose di Jakarta, Rabu (29/12).

Tjandra mengungkapkan, dengan HMETD V tahun ini yang sukses, perseroan optimistis dan percaya diri HMETD VI pada kuartal I tahun depan juga akan sukses. Sehingga, modal inti perseroan tahun depan bisa meningkat lagi. Pihaknya juga menyebut banyak investor yang tertarik masuk terlihat dari animo pada HMETD V yang oversubscribe.

 

"Kami belum bisa sampaikan dulu, dari situ ada investor yang tertarik faktanya bagaimana kinerja finansial aset, DPK, dan dalam hal digital bank, inovasinya paling inovatif, dengan kondisi seperti itu mengundang minat investor," jelas dia.

Adapun, hasil dana rights issue tersebut akan digunakan perseroan untuk investasi, bukan hanya investasi infrastruktur teknologi, namun juga sumber daya manusia (SDM).

"Tahun depan mirip dengan HMETD V, 50-60% akan digunakan untuk investasi teknologi, karena bank digital itu tech bank, sudah seharusnya bank digital itu mengalokasikan 50-60% minimal untuk teknologi," sambung Tjandra.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN