Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
LPEI Dukung Pelaku Usaha Minyak Atsiri Indonesia Mendunia

LPEI Dukung Pelaku Usaha Minyak Atsiri Indonesia Mendunia

LPEI Dukung Pelaku Usaha Minyak Atsiri Indonesia Mendunia

Jumat, 6 Agustus 2021 | 20:41 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha minyak atsiri dalam negeri untuk dapat merambah pasar ekspor dunia. Hal tersebut seiring meningkatnya permintaan produk aromaterapi selama masa pandemi di mana minyak atsiri merupakan salah satu bahan dasar utamanya.

Direktur Pelaksana LPEI Agus Windiarto mengatakan nilai ekspor minyak atsiri Indonesia hingga April 2021 mencapai US$ 83,9 juta dengan pertumbuhan sebesar 15,5% secara year on year (yoy). "Peningkatan tersebut ditopang oleh meningkatnya harga minyak atsiri yang meroket pada masa pandemi," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8).

Selama 2020, nilai dan volume ekspor minyak atsiri Indonesia naik masing-masing 16,45% (yoy) dan 14,69% (yoy) mencapai US$ 215,81 juta dengan volume 7,54 juta ton. Dalam lima tahun terakhir (2016-2020), nilai ekspor minyak atsiri Indonesia cenderung mengalami peningkatan.

"Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate atau CAGR ekspor minyak atsiri Indonesia ke lima negara tujuan utama berada pada tren positif, kecuali ke Singapura," kata Agus.

Berdasarkan kajian yang dihasilkan oleh Indonesia Eximbank Institute, CAGR nilai ekspor Indonesia selama periode 2016-2020 ke lima negara tujuan utama antara lain ke India naik 10,73% per tahun, ke Amerika Serikat naik 4,79% per tahun, ke Perancis naik 2,38% per tahun, dan ke Tiongkok naik 5,72% per tahun. Sementara ekspor ke Singapura menunjukkan tren penurunan tipis selama lima tahun terakhir di level minus 0,35% per tahun.

Pada 2020 lalu, Indonesia memiliki 189 eksportir minyak atsiri yang tersebar di seluruh provinsi. Jawa Barat merupakan provinsi penyumbang ekspor minyak atsiri terbesar dengan nilai US$ 68,92 juta (setara 31,9% total ekspor minyak atsiri Indonesia), diikuti oleh Jawa Tengah sebesar US$ 36,61 juta (17%) dan Sumatera Utara sebesar US$ 33,24 juta (15,4%).

Dari sisi sebaran eksportir, DKI Jakarta memiliki eksportir produk minyak atsiri paling banyak di Indonesia dengan 48 eksportir di 2020, diikuti oleh Jawa Barat (29 eksportir) dan Jawa Timur (24 eksportir).

Di tahun 2020 minat masyarakat terhadap produk minyak atsiri secara global menunjukkan peningkatan cukup tinggi, khususnya di Eropa seperti Prancis, Polandia, Irlandia, Belgia, Spanyol dan Belanda.

Fakta tersebut, kata Agus, tentu menjadi angin segar bagi ekspor Indonesia. Momentum baik komoditas minyak atsiri sebagai bahan penyusun aromaterapi pun seharusnya dapat dipertahankan. "Selain bahan mentah, para eksportir juga perlu meningkatkan nilai tambah minyak atsiri sehingga nilai ekspornya juga turut terdongkrak," ujar Agus.

Menurut Agus, meskipun tidak dapat langsung mengatasi Covid-19, namun aromaterapi dipercaya bermanfaat sebagai antiviral, antibakterial, dan membantu meningkatkan imunitas tubuh.

"Namun melihat kebermanfaatannya dan antusiasme masyarakat global untuk menjaga kesehatan, diharapkan menjadi momentum bagi eksportir untuk meningkatkan ekspornya ke negara tujuan ekspor baik yang eksisting maupun negara tujuan baru yang potensial sehingga minyak atsiri Indonesia semakin mendunia," pungkas Agus.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN