Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Million Dollar Round Table (MDRT). Foto ilustrasi: IST

Million Dollar Round Table (MDRT). Foto ilustrasi: IST

MDRT Indonesia Targetkan 3.500 Anggota di 2021

Kamis, 24 September 2020 | 23:22 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Million Dollar Round Table (MDRT) Indonesia menargetkan bisa melampaui 3.500 anggota di tahun 2021. Hal itu didukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan proses penjualan hingga persetujuan produk asuransi secara digital, tanpa tatap muka langsung.

Country Chair MDRT Indonesia Miliana Marten menyampaikan, pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat agen asuransi mencapai level MDRT. Hal itu tercermin dari beberapa perusahaan asuransi yang mencatatkan peningkatan jumlah agen yang mencapai level MDRT, relatif sama dengan tahun lalu. Artinya, agen tidak menghadapi kesulitan mengakuisisi nasabah baru, karena tetap bisa menjual secara digital di masa pandemi.

"Ini yang membuat kinerja sektor asuransi cepat pulih. Dengan begitu kami yakin berdampak pada target anggota MDRT di Indonesia yang ditargetkan akan melampaui 3.500 di tahun depan,” jelas Meliana dalam konferensi pers virtual, Seminar MDRT Day Indonesia 2020, Kamis (24/9).

Dia memaparkan, per Juli 2020 jumlah anggota MDRT Indonesia sebanyak 2.745 orang atau meningkat 12% dibandingkan dengan tahun 2019 yang berjumlah 2.459 orang. Indonesia tahun ini masuk dalam urutan ke 8 top member seluruh dunia.

Sepuluh besar negara dengan jumlah anggota MDRT terbesar antara lain Hong Kong menjadi yang teratas dengan jumlah 10.858. Kemudian diikuti Tiongkok sebanyak 9.848 orang, Amerika 7.349 orang, Jepang 7.158 orang, Taiwan 6.286 orang, Vietnam 3.051 orang, Thailand 2.803 orang, Indonesia 2.745 orang, Republic of Korea 2.513orang, dan India 2.494 orang.

Sementara itu, dia menjelaskan, era digitalisasi sangat membantu penetrasi agen dalam menjual produk asuransi. Maka beruntung ketika pandemi Covid-19 terjadi di era digitalisasi. Karena menurut Meliana, semua agen yang tidak familiar dengan produk layanan digital, dipaksa untuk belajar dan memanfaatkan teknologi dalam menjual produk asuransi. Apalagi dengan munculnya fintech dan digitalisasi di sektor asuransi jiwa, justru mendukung perkembangan asuransi jiwa karena memudahkan dalam bertransaksi, edukasi, dan sosialisasi.

“Jadi saat ini agen harus cepat beradaptasi. Setiap hari kita dipaksa untuk akrab dengan zoom meeting, baik dengan tim, juga bertemu secara virtual dengan nasabah karena permintaan nasabah untuk tatap muka secara langsung dengan agen sudah menurun. Teknologi akan semakin banyak membuat orang-orang semakin melek asuransi, karena teknologi-teknologi baru ini sangat mendukung industri asuransi tentunya, dan industri asuransi juga bergerak di bidang finansial,” jelas Miliana.

Dia menambahkan, saat pandemi, masyarakat pun dibuat sadar akan pentingnya asuransi. Karena saat krisis finansial terjadi, asuransi menjadi solusi tepat untuk mengamankan finansial mereka. Namun, akan menjadi tantangan bagi MDRT karena masyarakat akan mencari agen yang berkualitas dan mampu memberikan proteksi dan solusi keuangan bagi mereka.

“Itu menjadi tantangan kami untuk terus meningkatkan jumlah member MDRT dan kapasitasnya. Jadi saya selalu ingatkan ke teman-teman, bahwa this not time to slow down, but time to speedup. Apalagi penjualan digital itu lebih efisien, tanpa biaya yang banyak, pekerjaan agen asuransi jadi lebih efisien dan murah,” papar Miliana.

Di sisi lain, penyelenggaraan MDRT Day Indonesia secara virtual turut disambut antusiasme dari para anggota maupun diluar agen asuransi. Committee Chair of MDRT Day Indonesia 2020 Hidayatus Solicha menuturkan, dalam peserta yang terdaftar dalam seminar hampir mencapai 6.000 agen pada penyelenggaraan MDRT Day 2020. Minat peserta MDRT Day Indonesia di tahun ini memang sangat tinggi karena digelar secara virtual dan peserta yang berpartisipasi dapat terekspos secara baik.

“Peserta tidak hanya dari agen asuransi di Indonesia saja. Dari luar negeri juga ada. Karena memang secara virtual mereka bisa mengikuti seminar by phone atau laptop secara online dari mana saja mereka berada. Ini yang membuat peserta tahun ini meningkat pesat,” katanya.

Dia mengatakan, untuk menjadi anggota MDRT, diharuskan membayar biaya pendaftaran sebesar US$ 550. Namun nilai investasi tersebut sebanding dengan manfaat yang akan diterima. Anggota MDRT banyak mendapatkan first idea dari praktisinya langsung. Bisa mengikuti Annual Meeting, bisa terhubung dengan para top leader dan top producer lintas benua.

Selanjutnya, syarat lainnya untuk menjadi anggota MDRT, seorang agen asuransi harus memenuhi target produksi premi sebesar Rp 453 juta. Nilai itu merupakan akumulasi premi pertama dalam satu tahun. Sedangkan untuk masuk ke level yang lebih tinggi yakni COT, jumlah preminya harus mencapai Rp 1,3 miliar. Adapun untuk menduduki level tertinggi yakni TOT, seorang agen harus bisa mengumpulkan premi sebesar Rp 2,7 miliar per tahun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN