Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bank syariah

bank syariah

Merger Bank Syariah Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Senin, 6 Juli 2020 | 17:00 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Wacana penggabungan bank syariah plat merah pada 2021 yang disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan respons positif dari kalangan akademisi.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Asep Saefuddin menilai tepat dan mendukung penuh upaya Menteri BUMN Erick Thohir untuk menggabungkan seluruh bank syariah milik pemerintah.

“Sangat tepat ide merger perbankan syariah. Merger perbankan syariah harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan nasabah pada penerapan konsep syariah secara benar. Sehingga tidak sekadar label,” kata Asep di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Asep menjelaskan, penggabungan perbankan syariah selain akan menguntungkan nasabah dari sisi kemudahan, juga ragam layanan perbankan.

“Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus. Nasabah bisa memilih satu bank syariah, ketimbang saat ini banyak pilihan dan cenderung kompetitif antarbank syariah. Saya rasa itu tidak baik,” kata Asep.

Menurut Asep, penggabungan bank syariah juga harus mengikuti prinsip-prinsip ekonomi Islam (syariah) serta dikelola secara profesional sehingga akan meyakinkan dan membuat nasabah lebih tenang.

Berdasarkan laporan kinerja pada Kuartal I dan Kuartal III Tahun 2019 bank syariah milik negara yaitu, BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri mampu bertahan dalam kondisi krisis. Bahkan, ketiga bank syariah itu dapat melewati awal tahun 2020 dengan hasil kinerja positif.

BNI Syariah yang bergerak di sektor consumer goods dan fokus pada kalangan anak muda dan memiliki infrastruktur di level internasional telah menjadi Bank Buku-III pada Kuartal I-2020.

BNI Syariah juga berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 58,1% dibandingkan periode sama tahun 2019 menjadi Rp 214 miliar.

Sedangkan BRI Syariah, yang selama ini fokus pada sektor pemberdayaan UMKM dan Kredit Mikro Syariah berhasil meningkatkan pembiayaan di segmen ritel, di mana pertumbuhannya mencapai 49,74% menjadi Rp 20,5 triliun.

Sementara itu, Bank Syariah Mandiri yang membidik sektor ritel dan transaksi digital komersial, membukukan laba bersih sebesar Rp 368 miliar pada Kuartal I-2020, di mana angka tersebut naik 51,53% dibanding periode sama tahun lalu (yoy).


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN