Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Merger Bank Syariah untuk Perkuat Penetrasi Ekonomi Syariah.

Senin, 6 Juli 2020 | 21:48 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN, mengungkapkan rencana penggabungan bank syariah yang dimiliki oleh Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) menjadi satu dapat meningkatkan penetrasi pasar keuangan syariah di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa saat ini perkembangan ekonomi syariah di dalam negeri masih di kisaran 8%, harus didorong meningkat di posisi 18%. Sebab menurutnya penetrasi keuangan syariah di Indonesia masih cukup rendah dibanding Malaysia.

Oleh karena itu, merger dilakukan guna memperkuat opsi pendanaan bagi pebisnis yang percaya pada keuangan syariah. Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia, langkah ini dapat membuat Indonesia memiliki bank syariah berskala besar.

Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

“Diharapkan menjadi bank yang funding kuat, modal dasar kuat dapatkan dana pinjaman yang competitive dibandingkan bank biasa. Perhitungan awal bank kalau digabungkan jadi top 10 yang ada di Indonesia”tuturnya dalam dalam menjawab pertanyaan News Director Beritasatu Media Holding Primus Dorimulu, dalam wawancara khusus di Kantor Kementerian BUMN, Senin (6/7).

Menurutnya penggabungan bank BUMN yang memiliki anak usaha syariah antara lain Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank BRISyariah, diharapkan mampu memperkuat pendanaan bank dan menjadi dasar untuk pendanaan yang competitive dibandingkan bank biasa.

Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Adapun catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar keuangan syariah terhadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 baru mencapai 9,03%, naik dari posisi 2019 yang sebesar 8%.

“Ini coba dibedakan, mudah-mudahan Insyallah Februari  sekitar awal tahun depan periode bulan Januari hingga April sudah bisa terlaksana dan saya yakini ini suatu program yang bagus buat Indonesia mulai  membuka pasar syariah.”tegasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir saat wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holding Primus Dorimulu, di Jakarta, Senin (6/7/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Adapun tiga skema model bisnis yang bisa dijalankan oleh merger bank syariah, yakni pertama sukuk yakni investasi yang sesuai syariah yang aman, kedua pegadaian emas yang dan ketiga konsep syariah dalam pembelian motor atau pembelian rumah.

“Ini saya challenge ke direksi dan komisarisnya kedepan . Tapi jangan setelah sudah sepekat  ini jangan kegenitan mengubah bisnis model lagi, merubah lagi jadi ikut ikutan bank korporasi minjemin lagi, mengatasnamakan bantu pengusaha ini pengusaha ini ujungnya jebol dan ini coba dibedakan,” tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN