Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iggi H Achsien - Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah dalam diskusi Financial Innovation: Prospek Cerah Bisnis Syariah live di Beritasatu TV, Kamis (21/10/2021). Sumber: BSTV

Iggi H Achsien - Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah dalam diskusi Financial Innovation: Prospek Cerah Bisnis Syariah live di Beritasatu TV, Kamis (21/10/2021). Sumber: BSTV

MES Harap Pemerintah Segera Naikan Status BSI Jadi BUMN

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:07 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sukses penggabungan tiga anak usaha bank syariah milik bank BUMN menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dinilai merupakan langkah positif dalam memperkuat ekosistem syariah di Tanah Air.

Pemerintah bahkan punya ambisi, BSI dapat menjadi Top 10 bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar pada tahun 2025.

Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi H. Achsien mengatakan, merger 3 bank syariah menjadi BSI merupakan terobosan sekaligus menunjukan keberpihakan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi syariah.

Pasalnya menurut Iggi, pembentukan BSI akan membawa implikasi positif terhadap pertumbuhan industri syariah secara keseluruhan.

“Setelah terbentuk tahun ini, maka tahun depan, BSI sangat memungkinkan untuk bisa memacu pertumbuhan anorganik sehingga akan membawa dampak yang positif bagi pertumbuhan industri maupun jasa keuangan syariah lain seperti asuransi syariah, pasar modal syariah, multifinance syariah dan lainnya,” urai Iggi di acara Financial Innovation "Prospek Cerah Bisnis Syariah" yang ditayangkan secara live di BeritaSatu News Channel Kamis, (21/10/2021).

Meski begitu Iggi menilai pembentukan BSI belum cukup. Pemerintah diharapkan dapat menaikan status BSI menjadi bank BUMN atau dengan kepemilikan langsung pemerintah. “BSI sebaiknya berstatus BUMN karena pemerintah harus punya saham dwi warna diperbankan syariah,” imbuhnya.

Iggi berharap peningkatan status BSI tersebut bisa dilakukan pada depan, sehingga bank yang secara resmi beroperasi sejak 1 Februari 2021 tersebut dapat menjadi salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sebagai catatan, komposisi pemegang saham BSI terdiri dari Bank Mandiri sebesar 50,95%, Bank Negara Indonesia sebanyak 24,91%, Bank Rakyat Indonesia sebanyak 17,29%, DPLK BRI 1,83%, BNI Life Insurance 0,01% dan publik sebanyak 5,01%.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN