Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kiri-kanan: Kepala Departemen Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hizbullah, Direktur Eksekutif Surveillance Keuangan Bank Indonesia (BI) Sempa AH Sitepu, Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijiya, dan Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi dalam konferensi pers terkait error system Bank Mandiri, di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7).

Kiri-kanan: Kepala Departemen Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hizbullah, Direktur Eksekutif Surveillance Keuangan Bank Indonesia (BI) Sempa AH Sitepu, Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijiya, dan Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi dalam konferensi pers terkait error system Bank Mandiri, di Gedung Ombudsman, Jakarta, Senin (29/7).

Ombudsman: Bank Mandiri Harus Evaluasi Sistem Berkala

Senin, 29 Juli 2019 | 15:38 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia menilai adanya masalah sistem teknologi informasi (TI) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada Sabtu, 20 Juli 2019, tidak berdampak pada kerugian dari sisi materi nasabah. Namun, ke depan Bank Mandiri dan perbankan nasional diminta untuk mengevaluasi sistem supaya tidak terjadi hal serupa.

Anggota Ombudsman RI Dadan S Suharmawijaya mengatakan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan lengkap dari pihak Bank Mandiri mengenai penyebab dan langkah normalisasi saldo rekening nasabah yang telah dilakukan.

“Jadi insiden perubahan saldo rekening memang disebabkan oleh adanya malfunction pada hardware dan probabilitas kejadiannya sangat kecil. Kami meyakini bahwa memang tidak ada nasabah yang kehilangan dana karena back-up system yang sudah dijalankan dengan baik oleh bank, tapi ke depan kami minta untuk terus evaluasi,” kata Dadan di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (29/7).

Dadan juga mengatakan bahwa sistem teknologi informasi yang diterapkan Bank Mandiri sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan regulator. "Kami juga memastikan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan cyber crime," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi perbankan ke depan, apalagi mengingat tingginya potensi ancaman dari para peretas yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya dengan penerapan back up system yang berlapis, yaitu penambahan mekanisme pemeriksaan ulang secara manual.

Selain itu, Hery juga menyampaikan, saat ini penanganan kasus eror data nasabah sudah selesai dan dipastikan semua kerugian nasabah sudah teratasi dan dikembalikan. "Diharapkan, langkah tersebut dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha kepada industri perbankan" kata Hery.

 

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN