Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

bank Bukopin. Foto: beritasatu.com

Perkuat Fundamental, Bank Bukopin Lakukan Perbaikan Internal

Selasa, 1 Desember 2020 | 14:34 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Bukopin Tbk terus melakukan perbaikan secara internal usai KB Kookmin Bank menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan kepemilikan 67%. Proses perbaikan internal diharapkan dapat memperkuat fundamental perseroan ke depan.

Chief Financial Officer (CFO) Bank Bukopin Senghyup Sin mengungkapkan, saat ini KB Kookmin dan Bukopin sedang melakukan sinergi dan perbaikan internal Bukopin. Salah satunya, perseroan sedang menerapkan international financial reporting standards (IFRS) 9 sehingga bisa lebih baik dalam pengelolaan risiko dengan perusahaan induk. Hal tersebut perlu dilakukan dengan konsolidasi kedua belah pihak.

"Pertama, Bank Bukopin membentuk divisi baru, bad bank untuk kelola kredit berisiko. Kedua, kami menambah eksekutif dari KB Kookmin untuk pemulihan aset Bukopin. Ketiga, sebagai antisipasi ke depan, kami tambah alokasi cadangan Rp 3,2 triliun naik 157% dari Desember tahun lalu," papar Sin dalam konferensi pers secara virtual, Senin (30/11).

Hal tersebut dilakukan karena di tengah pandemi Covid-19 ini debitur perseroan cukup banyak terdampak. Sebab, Bukopin mayoritas menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga kinerja perseroan turut terpengaruh.

"Saat ini Bukopin belum bisa perform lebih baik, tapi kami lihat ini tidak bisa dihindari dan kami coba fondasi untuk menjadi bank yang lebih baik lagi. Kita ketahui perjalanan bisnis bank ada tantangan besar adanya pandemi dari eksternal yang memukul UMKM sebagai portofolio besar Bukopin," ungkap Sin.

Hingga kuartal III-2020, Bukopin merestrukturisasi kredit sebesar Rp 24,5 triliun, dan sebagian besar atau 73% merupakan dampak pandemi Covid-19.

"Perpanjangan restrukturisasi dari OJK menjadi Maret 2022 membantu kondisi Bank Bukopin. Kami percaya ekonomi Indonesia bisa segera pulih dalam waktu dekat," lanjut Sin.

Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV
Rivan A Purwantono, Dirut Bank Bukopin Sumber: BSTV

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono menambahkan, dalam proses transformasi perusahaan dari sisi perbaikan internal, pihaknya membentuk grup baru yakni bad bank untuk mengelola aset buruk. Nantinya, divisi bad bank akan memberikan rekomendasi secara cepat dan tepat kepada direksi untuk menurunkan risiko kredit bermasalah serta penurunan aset yang diambil alih (AYDA).

"Relaksasi restrukturisasi dibuat dengan kondisi baru penyelesaian kredit bermasalah diharapkan mempercepat penurunan rasio kredit bermasalah dan AYDA. Hal ini didorong dengan pembentukan grup bad bank," jelas Rivan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN