Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Pertambangan Sumbang Kenaikan NPL

Minggu, 3 Januari 2021 | 15:02 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kualitas kredit industri perbankan mengalami pemburukan, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) per November 2020 tercatat sebesar 3,18%, meningkat dibanding bulan sebelumnya 3,15%. Kenaikan NPL disumbang sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, NPL per Oktober 3,15% juga mengalami kenaikan dibanding bulan September sebesar 3,14%. Meski demikian, angka NPL Oktober 2020 tersebut lebih baik dibandingkan Agustus 2020 yang sebesar 3,22%. NPL sejak Maret 2020 cenderung meningkat akibat pandemi Covid-19 dari posisi NPL per Desember 2019 sebesar 2,53%.

"Beberapa sektor dengan NPL tertinggi pada Oktober 2020 adalah sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 6,36% versus September 6,32%, pertambangan dan penggalian 5,70%," ungkap Andry, belum lama ini.

Andry Asmoro, Ekonom Bank Mandiri
Andry Asmoro, Ekonom Bank Mandiri

Tingginya NPL pada sektor tersebut karena mengalami dampak signifikan akibat pandemi Covid-19. Di mana sektor pariwisata dan turunannya mengalami penurunan pendapatan paling besar, sebab terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat penyediaan akomodasi menjadi melemah.

Selain itu, sektor lainnya yang memiliki NPL tinggi per Oktober 2020 adalah pertambangan dan penggalian di level 5,70% lebih tinggi dari NPL September 5,46%.

Lalu, NPL per Oktober 2020 di sektor perikanan sebesar 4,83% sedikit membaik dari September 4,92%. Sektor perdagangan 4,58% stabil dari bulan September 4,58%, dan NPL Industri pengolahan pada Oktober 4,56%, naik dari bulan sebelumnya 4,53%.

Sektor yang mengalami perbaikan di Oktober adalah pertanian, perburuan dan kehutanan dengan NPL 2%, membaik dari bulan September 2,02%. Sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi juga membaik dari 2,06% pada September menjadi 2,01% pada Oktober 2020. NPL sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencatatkan perbaikan dari 1,44% menjadi 1,38% per Oktober 2020.

Secara total, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPL untuk kredit lapangan usaha per Oktober sebesar 3,59%, mengalami kenaikan 6 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya 3,53%.

Sedangkan NPL kredit rumah tangga per Oktober di level 2,10%, membaik dibanding bulan September 2,20%. Perbaikan NPL tersebut terjadi pada semua jenis kredit, antara lain kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi 2,87% dari bulan sebelumnya 2,97%. NPL kredit pemilikan apartemen (KPA), kredit pemilikan ruko, kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga kredit pemilikan peralatan rumah tangga lainnya juga mengalami perbaikan.

"Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pelemahan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya berdampak pada pelemahan permintaan kredit dan penurunan kualitas kredit," tutur dia.

Dari data terbaru yang dirilis OJK, NPL gross industri perbankan per November 2020 mengalami kenaikan 3 bps ke level 3,18%. Sedangkan NPL net masih terjaga di bawah 1%, yakni 0,99%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN