Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BRI Insurance (BRINS). Foto: IST

BRI Insurance (BRINS). Foto: IST

Sektor Properti Banjir Stimulus, BRINS Optimistis Asuransi Properti Terkerek

Minggu, 13 Juni 2021 | 08:42 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus sektor properti guna mendorong demand masyarakat. PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance (BRINS) meyakini, banyaknya stimulus juga diproyeksi berdampak pada meningkatnya asuransi properti.

Pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah dengan harga jual hingga Rp 5 miliar. Kebijakan ini diklasifikasikan dalam dua skema.

Pertama, diskon 100% alias bebas PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun paling tinggi Rp 2 miliar.  Kedua, diskon 50% PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang mulai berlaku pada 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan antara lain uang muka (down payment/DP) 0% melalui ketentuan rasio loan to value atau financing to value (LTV/FTV) hingga sebesar 100% untuk kredit pemilikan rumah (KPR). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melonggarkan kebijakan ATMR bagi perbankan yang menyalurkan KPR. Stimulus-stimulus tersebut yang dinilai berhasil mendorong masyarakat gencar membeli properti pada tahun ini.

Pemulihan perekonomian membuat BRINS optimistis bahwa permintaan asuransi properti akan semakin meningkat.

BRI Insurance memiliki rasio kecukupan modal 365,3% per kuartal I 2021.
BRI Insurance 

Direktur Utama BRINS Fankar Umran menyebut, bertumbuhnya kredit properti pada kuartal I-2021 sebesar 4,2% menjadi indikator akan pulihnya permintaan properti yang nantinya akan mengerek asuransi di sektor tersebut.

"Asuransi properti related close kepada pertumbuhan kredit properti. Kredit properti pada kuarta I tumbuh 4,2%. Artinya, dari situ muncul optimisme, bahwa ke depan asuransi properti akan mendulang pertumbuhan yang baik," jelas Fankar, akhir pekan ini.

Lebih lanjut, dia menyebut insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah juga berperan dalam meningkatnya asuransi properti. Lalu, vaksinasi Covid-19 secara nasional yang semakin masif juga menjadi sentimen baik untuk industri properti.

Saat ini, area perkantoran menjadi salah satu sektor yang paling menyadari akan pentingnya asuransi bagi bisnis perseroan. Fankar berharap, permintaan asuransi di sektor properti lain dapat terus meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian nasional.

"Kita yakin akan tumbuh (asuransi), kami harap dengan pertumbuhan industri properti diikuti asuransi properti yang juga akan tumbuh, following the business," tutur dia.

Meski banyak diberikan stimulus untuk sektor properti, nyatanya masih sedikit masyarakat yang memerhatikan perlindungan jangka panjangnya.

"Sejalan dengan program pemerintah, kami melihat adanya optimisme pada industri properti di tahun 2021 ini. Dimana sektor asuransi juga memiliki peran penting, terlebih properti jenis hunian menjadi aset yang perlu dipikirkan secara jangka panjangnya. Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya kebutuhan perlindungannya," terang Fankar.

Kebanyakan masyarakat mendapat asuransi melalui pembiayaan yang biasanya sudah di-bundle dengan KPR yang dimiliki dan menganggap bahwa asuransi bukan kepentingan utama. Tak heran dia mencatat, asuransi properti untuk jenis perumahan memang jumlahnya lebih kecil dibanding dengan properti jenis lain seperti perkantoran atau pabrik. "Lebih tinggi industri dan perkantoran, walau jumlah rumah lebih banyak," tutur dia.

Hal ini menjadi tantangan bagi BRINS, untuk bisa meningkatkan penetrasi asuransi di masyarakat. Catatannya, persentase literasi keuangan di masyarakat sebanyak 38%, di mana asuransi hanya 19% diantaranya.

Masyarakat masih mempunya mindset bahwa premi asuransi mahal, padahal tidak demikian. Pihaknya memberikan contoh, misalnya sebuah rumah dengan nilai Rp 1 miliar yang diasuransikan premi hanya mulai Rp 100-200 ribu perbulan.

BRINS sendiri memiliki produk yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan baik dari segi periode maupun pertanggungan yang dapat membuat premi jadi lebih terjangkau. Sehingga inovasi yang dimiliki BRINS ini diharapkan dapat menunjang peminat properti untuk melindungi asetnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN