Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Sepanjang 2020, BI Catat Transaksi Digital Banking Capai Rp 2.774,5 Triliun

Jumat, 22 Januari 2021 | 04:56 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat sepanjang tahun 2020 transaksi non tunai mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan digitalisasi. Adapun, nilai transaksi digital banking mencapai Rp 2.774,5 triliun atau meningkat 13,91% secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh sejalan dengan penggunaan platform e-commerce dan instrumen digital di masa pandemi, serta kuatnya preferensi dan akseptasi masyarakat akan transaksi digital.

"Volume transaksi digital banking pada Desember 2020 mencapai 513,7 juta transaksi, atau tumbuh 41,53% (yoy) dan nilai transaksi digital banking sebesar Rp 2.774,5 triliun," papar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (21/1).

Bank sentral memperkirakan tren digitalisasi akan terus berkembang pesat didukung dengan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif.

"Bank Indonesia terus mengakselerasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran untuk pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Perry.

Menanggapi hal tersebut, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mencermati bahwa pengembangan layanan digital akan menjadi kunci bisnis perbankan dan transaksi non tunai akan terus meningkat di masa yang akan datang.
 
Di tengah tantangan pandemi Covid-19, perseroan terus mendorong nasabah untuk mengoptimalkan penggunaan digital banking melalui #BankingFromHome. Per kuartal III-2020, nilai transaksi mobile banking BCA tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 28% (yoy) dan internet banking BCA tercatat tumbuh 4% (yoy).

Nasabah melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BCA di Stasiun MRT Blok M, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah melakukan transaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BCA di Stasiun MRT Blok M, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

"Adapun frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking bertumbuh 68% dan 35% (yoy). Untuk update data nilai dan frekuensi transaksi digital banking sepanjang 2020 akan kami informasikan pada paparan hasil kinerja 2020 yang diadakan dalam beberapa waktu ke depan," urai Hera kepada Investor Daily.

Untuk diketahui, BCA menawarkan beragam fitur terbaru digital banking BCA dalam rangka mempermudah nasabah saat bertransaksi perbankan. Informasi lebih lengkapnya dapat dilihat pada www.bca.co.id/dibikinsimpel.

"Kedepannya, kami memperkirakan akan lebih banyak lagi transaksi non-tunai dan tanpa kartu yang akan menjadi bagian signifikan dalam kehidupan normal baru. BCA akan terus berinovasi menyiapkan berbagai inisiatif untuk mendukung kebutuhan nasabah terkini," jelas Hera.

Selain inovasi digital, keamanan merupakan prioritas utama perseroan. "BCA berkomitmen tinggi untuk melakukan pemutakhiran dan menjaga security system dalam aktivitas operasional bisnis yang kami lakukan," pungkas dia.

Lebih lanjut, selain mencatatkan pertumbuhan pada digital banking, Perry juga menyebut mulai tumbuhnya nilai transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debit, dan kartu kredit pada Desember 2020 yang tercatat Rp 695,5 triliun, kembali tumbuh 1,36% (yoy). Perolehan tersebut membaik setelah mengalami kontraksi pada bulan November 2020 sebesar -1,93% (yoy).

Menurut dia, masyarakat mulai banyak melakukan transaksi keuangan secara digital semenjak pandemi Covid-19. "Hal itu terlihat dari nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Desember 2020 sebesar Rp 22,1 triliun, atau tumbuh 30,44% (yoy)," ucap Perry.

BI juga akan melakukan perluasan merchant QR Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi 12 juta. Selain itu, akan memperluas fitur QRIS transfer, tarik, dan setor (TTS), serta menetapkan Merchant Discount Rate (MDR) uang elektronik chip based berlaku efektif 1 Maret 2021, dan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

"Untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas terkait, dan industri, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia yang kegiatannya dimulai sejak Januari 2021 dan puncaknya pada April 2021 mendatang," tutup Perry.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN