Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo CIMB Niaga Syariah. (IST)

Logo CIMB Niaga Syariah. (IST)

Sepanjang 2021, CIMB Niaga Syariah Bidik Laba Rp 1,45 Triliun

Kamis, 24 Juni 2021 | 20:57 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) hingga akhir tahun ini memasang target laba mencapai Rp 1,45 triliun. Sepanjang kuartal I-2021, laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) yang dibukukan sebesar Rp 459 miliar, meningkat 42,5% secara tahunan (year on year/yoy).

Target laba tahun ini meningkat 7,41% dibandingkan dengan PBT CIMB Niaga Syariah sepanjang tahun 2020 yang sebesar Rp 1,35 triliun. Perseroan optimistis dapat mencapai angka tersebut, apalagi jika melihat realisasi kuartal I-2021.

"Untuk profit tahun ini targetnya Rp 1,45 triliun," kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (24/6).

Selain laba, aset CIMB Niaga Syariah juga meningkat menjadi Rp 45,4 triliun per akhir Maret 2021, tumbuh 7,2% (yoy). Dengan realisasi ini, CIMB Niaga Syariah dapat mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia dari sisi aset.

Selain itu, share of book atau porsi aset terhadap induk juga terus meningkat, menunjukkan bahwa CIMB Niaga Syariah sangat serius dalam mengembangkan perbankan syariah. Adapun kualitas aset dapat terjaga dengan baik, tercermin dari rasio non performing financing (NPF) yang hanya sebesar 0,9%.

Pandji menerangkan, nilai aset yang dibukukan CIMB Niaga Syariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan sebesar Rp 32,4 triliun, turun 5,7% (yoy) per kuartal I-2021. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan pertumbuhan pembiayaan 10% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi pembiayaan sebelum pandemi Covid-19 yang berkisar 20-30% (yoy).

Pandji mengatakan, akan fokus dalam memberikan pembiayaan ke sektor pemilikan rumah (KPR) dan UMKM. Dia menyebut, akan sangat selektif untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor wholesale.

"Kita target 10% karena tidak mau agresif, karena denyut nadi ekonomi sudah ada, jalanan juga sudah macet, tapi program restrukturisasi masih jalan. Kami masih fokus restrukturisasi, lebih fokus di sisi kualitas aset, walaupun jalanan penuh, tapi nasabah yang ekspansi itu belum terlalu banyak," urai Pandji.

Menurut dia, walaupun ada peminjaman yang dilakukan oleh nasabah, lebih banyak digunakan untuk meningkatkan produksi pada posisi sebelum Covid-19. Artinya, pembiayaan yang ditarik belum digunakan untuk ekspansi nasabah. Hal ini yang membuat CIMB Niaga Syariah tidak terlalu agresif di tahun ini.

Meski demikian, sejak tahun 2020 lalu, pembiayaan untuk KPR sudah tumbuh namun terlihat kecil karena dibarengi dengan pelunasan segmen wholesale.

"Tren itu masih banyak, dan banyak yang belum ditarik. Kalau ditarik itu untuk modal kerja meningkatkan produksi sebelum Covid, tapi investasi baru belum terlalu banyak," papar dia.

Untuk KPR tahun ini juga diproyeksikan bisa tumbuh 10%, lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 20%.

"Tapi dari sisi wholesale yang kita stop, buat kita prioritas menjaga kualitas aset dan monitor nasabah yang perlu restrukturisasi ulang. Kita lebih pilih-pilih untuk wholesale ini, makanya tidak berani ngebut untuk pembiayaan," jelas dia.

Nasabah CIMB Niaga mencoba berinvestasi reksa dana melalui OCTO Mobile. (ist)
Nasabah CIMB Niaga mencoba berinvestasi reksa dana melalui OCTO Mobile. (ist)

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp 29,6 triliun, turun 2,6% (yoy) per 31 Maret 2021. Adapun rasio dana murah (current account savings account/CASA) tercatat sebesar 50,2% pada kuartal pertama 2021, naik 11,8% (yoy).

Untuk cost income ratio (CIR) per Maret 2021 sebesar 8,2%, menurun dari posisi Desember 2020 sebesar 9,5%. Sedangkan, rasio return of asset (RoA) berada di level 4,3% pada Maret 2021.

Sebagai UUS dengan fasilitas perbankan digital yang lengkap, CIMB Niaga Syariah terus mengoptimalkan layanan digital untuk meningkatkan customer experience, diantaranya melalui OCTO Mobile yang dirancang layaknya Super App.

"Dalam kondisi saat ini, kami menyadari nasabah memiliki aspirasi yang meningkat terhadap akses finansial yang cepat, lengkap, dan mudah. Oleh karenanya, kami terus menghadirkan beragam fitur yang relevan di platform digital kami, khususnya OCTO Mobile, sebagai solusi bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan perbankan secara lebih sehat dan aman, mulai dari menabung, bertransaksi, berinvestasi, hingga pembiayaan sesuai kebutuhan," pungkas Pandji.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN