Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kanan atas), Chief Marketing Officer Shierly Ge (kiri atas), Chief Operating Officer Elly Susanti (bawah) tengah berdialog dengan Direktur Pemberitaan Berita Satu Group Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan, dalam Company Visit secara virtual di Jakarta (4/11). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kanan atas), Chief Marketing Officer Shierly Ge (kiri atas), Chief Operating Officer Elly Susanti (bawah) tengah berdialog dengan Direktur Pemberitaan Berita Satu Group Primus Dorimulu dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan, dalam Company Visit secara virtual di Jakarta (4/11). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sun Life Hadir di Masa Pandemi

Kamis, 5 November 2020 | 08:05 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Sun Life Financial Indonesia hadir untuk membantu para nasabah di masa pandemi Covid-19 melalui berbagai inovasi dan inisiatif. Perseroan juga telah siap masuk lebih dalam pada kanal pemasaran digital.

“Pandemi memang memberi dampak pada perusahaan asuransi. Namun demikian, perusahaan asuransi juga perlu hadir di tengahtengah masyarakat, khususnya para nasabah asuransi. Kita mesti banyak dukung dan bersedia membantu nasabah lebih banyak,” kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia Elin Waty saat company visit secara virtual ke redaksi Beritasatu Media Holdings (BSMH), Rabu (4/11).

Pada kesempatan itu juga hadir Direktur Sun Life Indonesia Elly Susanti dan VP-Head of Marketing Sun Life Indonesia Shierly Ge. Elin menuturkan, segala program yang dibuat dan upaya m embuat nasabah lebih nyaman tujuannya untuk lebih menjaga kepercayaan.

Pihaknya mesti bergerak cepat merespons dampak pandemi, sekaligus melanjutkan berbagai upaya bisnis yang telah dipersiapkan tapi masih relevan untuk kemudian diterapkan.

Dia mencontohkan upaya Sun Life Indonesia untuk membangun infrastruktur Sun Connect, sebuah layanan berbasis digital dari perseroan. Berkat persiapan yang telah lebih dulu dimulai sebelum pandemi, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) bisa cepat dimanfaatkan.

“Saya bergerak lebih cepat, ketika OJK belum memberikan persetujuan tapi saya sudah feeling pasti OJK kasih izin nantinya, jadi kita curi start untuk membuat software ini. Ketika OJK menyetujui, seminggu kemudian software kita sudah siap. Sebenarnya ini lebih ke intuisi saya saja. Karena tidak mungkin regulator menghalangi kita untuk berkembang dan berjualan secara daring,” jelas dia.

Elin mengatakan, para agen pemasar menyambut antusias kehadiran Sun Connect pada Juni lalu walaupun diakui tidak mudah mengedukasi nasabah dengan layanan tersebut. Kendati begitu, persiapan yang melahirkan inovasi dari perseroan itu diakui menggenjot pen dapatan di awal masa pandemi, di saat sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan mengharuskan orang untuk tidak tatap muka.

Menurut dia, sejatinya lebih banyak dari nasabah yang menyukai tatap muka secara langsung dengan para agen. Selain karena interaksi bisa lebih leluasa dan jelas, temu langsung memiliki sentuhan tersendiri guna menjalin hubungan dengan para nasabah. Melihat potensi berikut dengan situasi pasar yang ada maka Sun Life Indonesia pun berupaya menyempurnakan fasilitas digitalnya itu.

“Mengenai digital ini, asuransi memang bukan produk yang bisa dibeli dengan mudah. Sehingga memang kami melihat faktor manusia sebagai penjual ini masih dibutuhkan. Sangat sulit buat asuransi menjual asuransi yang langsung tanpa adanya perantara. Karena produk yang kami jual di antaranya memiliki persyaratan yang banyak. Maka fungsi agen ini sebagai perpanjangan tangan kami memastikan nasabah paham,” ucap Elin.

Kalau lewat digital, produk (dengan ketentuan polis lebih ringkas) yang mungkin bisa dijual seper ti personal accident atau produk hospital yang nilainya rendah.

“Kita ingin membuat Sun Connect yang user friendly. Mudah-mudahan bisa di-launching awal tahun depan, sehingga nantinya keterlibatan nasabah dengan agen pun semakin baik,” tambah dia.

Menurut Elin, Sun Life Indonesia tidak akan menerapkan keseluruhan penjualan produk secara digital dan tetap melibatkan campur tangan manusia dalam pemasarannya. Kehadiran infrastruktur lebih pada penyempurnaan layanan dan memudahkan para nasabah dan agen pada setiap proses berasuransi. Pihaknya menerangkan, penjualan yang tadinya bertemu langsung dan tanda tangan basah itu sekarang bisa dilakukan di Sun Connect secara virtual. Mulai dari penjelasan produk, mengisi formulir, mengajukan asuransi, proses persetujuan, hingga pengiriman polis itu telah lewat e-polis.

Tentu semua sudah melewati standar keamanan dan standar kerahasiaan data nasabah. Setidaknya ada 6 perusahaan asuransi yang sudah mendapatkan persetujuan menjual produk melalui tatap muka secara virtual.

Di samping itu, pihaknya berharap kebijakan regulator terkait relaksasi penjualan PAYDI tanpa tatap muka secara langsung bisa terus berlanjut setelah pandemic atau bisa dipermanenkan. Sebab, Sun Life Indonesia melihat kemampuan digital dapat merambah seluruh wilayah Indonesia.

“Ini bisa menambah penetrasi asuransi. Karena Negara kita ini luas sekali, jumlah agen kita tidak bisa menjangkau seluruh wilayah,” tegas Elin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN