Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hery Gunardi saat memberikan penjelasan pada jumpa pers RUPSLB Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (21/10/2020). (Investor Daily/Nida Sahara)

Hery Gunardi saat memberikan penjelasan pada jumpa pers RUPSLB Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (21/10/2020). (Investor Daily/Nida Sahara)

Tak Lagi di Bank Mandiri, Hery Gunardi Ceritakan Tugas Barunya

Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:12 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Hery Gunardi yang sebelumnya menjabat wakil direktur utama di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ditugaskan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengisi kosongnya posisi direktur utama PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), setelah ditinggal Toni EB Subari yang masuk jajaran direksi Bank Mandiri.

Hery bertukar tempat dengan Toni Eko Boy Subari yang ditunjuk menjabat direktur operasional Bank Mandiri dari sebelumnya direktur utama Mandiri Syariah. Karena kursi dirut Mandiri Syariah kosong dan Hery tidak menjadi pengurus lagi di bank berkode saham BMRI tersebut, dia kemudian mengisi kursi tersebut menggantikan Toni.

Hery juga dipercayai menjadi Ketua Tim Project Management Office (PMO) untuk proses merger tiga bank syariah sejak Maret 2020, sekaligus sebagai Ketua Integration Merger Office (IMO). Dia akan menjadi dirut Mandiri Syariah sebelum bank tersebut digabungkan dengan dua bank syariah lain yakni PT Bank BRIsyariah Tbk dan PT Bank BNI Syariah.

"Pada RUPSLB saya dinyatakan tidak menjadi pengurus lagi di Bank Mandiri. Saya mendapat tugas dari Kementerian BUMN untuk mengawal proses merger tiga bank syariah milik Himbara, yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah yang sudah kita mulai, saya jadi PMO sejak Maret 2020," tutur Hery dalam konferensi pers hasil RUPSLB Bank Mandiri, Rabu (21/10/2020).

Pada 12 Oktober lalu telah dilakukan proses penandatanganan conditional merger agreement (CMA), dilanjutkan pada 20 Oktober untuk menyampaikan rencana dan rancangan merger tiga bank syariah.

"Karena tugas semakin kompleks dan berat, saya menjalankan amanah ini dengan waktu tidak boleh nyambi. Karena pada Februari tahun depan, diharapkan legal merger terjadi, tugas berat, banyak. Tidak mudah bagi saya merangkap di dua tempat dan sekaligus juga merangkap CEO Mandiri Syariah sebelum nanti digabung dengan BNI syariah dan BRI Syariah," terang Hery.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN