Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Tambah Modal, Bank Amar Masuk BUKU II

Jumat, 5 Juli 2019 | 09:13 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA.investor.id – PT Bank Amar Indonesia berhasil manambah setoran modal lebih dari Rp 500 miliar, sehingga modal inti bank pemilik pemilik platform Tunaiku tersebut telah melebihi Rp 1 triliun. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 6/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti, Bank Amar telah menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II.

Presiden Direktur Bank Amar Tuk Yulianto menjelaskan, untuk masuk kategori BUKU II sebuah bank membutuhkan modal di atas Rp 1 triliun. Adapun pada 20 Juni 2019 Amar Bank berhasil manambah setoran modal lebih dari Rp 500 miliar, sehingga modal inti Bank Amar telah melebihi Rp 1 triliun.

"Dengan masuk kategori BUKU II, kami akan lebih leluasa dan lebih mudah lagi memberikan layanan digital bagi masyarakat Indonesia, dan mendorong Tunaiku untuk tumbuh lebih besar melayani masyarakat Indonesia," kata Yuliantino dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Kamis (4/7).

Tahun 2014, Bank Amar mempunyai modal inti Rp 130 miliar. Sementara itu, tahun ini modal inti perseroan telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun atau masuk BUKU II dalam waktu lima tahun. Menurut dia, sebuah capaian yang luar biasa bagi sebuah bank untuk mencapai status BUKU II dalam kurun waktu lima tahun.

Managing Director Bank Amar Vishal Tulsian menambahkan, dengan perubahan Bank Amar menjadi BUKU II, keinginan Bank Amar untuk melayani masyarakat Indonesia melalui platform digital menjadi lebih leluasa. "Dalam waktu dekat akan diluncurkan Tunaiku Bisnis, sebuah produk digital untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar dia.

Menurut dia, perubahan Bank Amar menjadi BUKU II merupakan langkah besar untuk terus tumbuh dan memberikan layanan bagi masyarakat Indonesia. Yang terutama dengan perubahan ini memungkinkanBank Amar untuk lebih mudah untuk memberikan layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia.

"Penggunaan fintech merupakan keharusan dan platform ini akan terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan. Bank Amar akan terus melayani dan memberikan senyum kepada masyarakat Indonesia," kata Vishal.

Bank Amar merupakan bank asal Surabaya yang terus melakukan perubahan besar khususnya di bidang teknologi perbankan. Berubah nama dari Bank Amin menjadi Bank Amar pada 2014 dan meluncurkan Tunaiku pada 2014, pionir fintech di Indonesia dan juga merupakan produk fintech pertama di bawah bank. "Tunaiku telah memberikan layanan bagi 200 ribu orang lebih dan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang," kata Vishal.

Dia mengatakan, Bank Amar telah menunjukkan pertumbuhan yang cepat sejak tahun 2014. Dana pihak ketiga (DPK) yang pada 2014 baru mencapai Rp 31 miliar, setelah BUKU II dapat mencapai Rp 1,4 triliun (per 23 Juni 2019).

"Hal ini merupakan bukti dari kepercayaan masyarakat terhadap Bank Amar, sehingga DPK dapat meningkat dengan tajam," tegas dia.

Adapun aset Bank Amar juga meningkat tajam dari Rp 231 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp 2,6 triliun (per 23 Juni 2019). Laba sebelum pajak pada Desember 2014 baru mencapai Rp 500 juta dan pada Desember 2018 meningkat mencapai Rp 22,2 miliar.

"Pertumbuhan yang begitu cepat ini menunjukan produk-produk perbankan yang dimiliki oleh Bank Amar sesuai dengan target pasar utama yang dituju di segmen ritel termasuk produk digital Bank Amar, Tunaiku," kata Vishal.

Hal tersebut, lanjut dia, juga ditunjukkan dengan peningkatan jumlah pegawai agar dapat terus melayani peningkatan jumlah nasabah, termasuk untuk memberikan layanan fintech Tunaiku kepada masyarakat Indonesia. Diawali dengan 152 orang pegawai pada tahun 2015, saat ini telah mencapai lebih dari 700 orang.

Saat ini, lanjut dia, selain memberikan layanan keuangan melalui kantor cabang, Bank Amar juga memberikan akses ke layanan perbankan digital melalui Tunaiku untuk KTA digital yang kini tersedia di 16 kota.

"Kami berharap melalui dua produk ini, kantor konvensional serta digital, dapat membantu mempermudah akses masyarakat ke layanan perbankan (inklusi finansial). Dan juga terus membantu perekonomian masyarakat untuk terus tumbuh," ungkap Vishal.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN