Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MERGER BANK SYARIAH 
Baris belakang (kiri - kanan): Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Dirut BRI Sunarso, Dirut BNI Royke Tumilaar, Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Wadirut Bank Mandiri Hery Gunardi, Wadirut BRI Catur Budi Harto, dan Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga. Baris depan (kiri - kanan): Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Dirut Mandiri Syariah Toni EB Subari, dan Dirut BRI Syariah Ngatari setelah menandatangani  conditional merger agreement  (CMA)  di Jakarta, Senin (12/10). (Foto Ist)

MERGER BANK SYARIAH Baris belakang (kiri - kanan): Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Dirut BRI Sunarso, Dirut BNI Royke Tumilaar, Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Wadirut Bank Mandiri Hery Gunardi, Wadirut BRI Catur Budi Harto, dan Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga. Baris depan (kiri - kanan): Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Dirut Mandiri Syariah Toni EB Subari, dan Dirut BRI Syariah Ngatari setelah menandatangani conditional merger agreement (CMA) di Jakarta, Senin (12/10). (Foto Ist)

Tren Merger Bank Syariah BUMN Diharapkan Diikuti Bank Syariah Lain

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:57 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengharapkan, langkah merger bank syariah BUMN dapat diikuti oleh bank-bank syariah lain. Hal tersebut demi meningkatkan performa dan konsolidasi perbankan nasional, khususnya memperkuat inklusi keuangan syariah.

Wakil Ketua Komisi XI Fathan Subchi dalam keterangannya mengatakan, salah satu cara untuk memperkuat inklusi keuangan syariah adalah penggabungan lembaga-lembaga eksisting. Karena itu, Fathan menyebut aksi penggabungan bank syariah BUMN tidak salah jika direplikasi oleh bank-bank syariah lain.

“Tren merger bank syariah BUMN bagus juga kalau diikuti bank-bank syariah lain, bank syariah swasta, karena akan meningkatkan performa dan konsolidasi perbankan nasional,” ujar Fathan, Rabu (16/12).

Saat ini, merger tiga bank syariah milik Himbara telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham bank yang terlibat. Susunan pengurus bank hasil merger juga telah ditetapkan dalam RUPSLB PT Bank BRIsyariah Tbk.

Menurut Fathan, komposisi dewan direksi dan dewan komisaris yang ada diharapkan merupakan sosok yang teruji serta bisa diterima oleh pasar dan masyarakat luas. Kehadiran manajemen yang mumpuni penting dimiliki bank hasil penggabungan agar bisa mewujudkan visi dan misi besar yang dicanangkan sejak awal.

Fathan menegaskan, bank syariah hasil penggabungan harus bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang besar atas kemunculan entitas baru ini. “Saya kira, ekspektasi masyarakat sangat besar dan tentunya pemerintah sebagai pemegang saham harus memilih direksi yang secara manajerial teruji, kredibel, serta diterima pasar,” kata Fathan.

Anggota Fraksi PKB ini menyebut, secara umum peningkatan kinerja manajemen harus dimiliki seluruh bank syariah agar bisa optimal menjalankan perannya di tengah masyarakat. Perbaikan juga harus dilakukan agar penetrasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia bisa meningkat pesat dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2019 indeks literasi keuangan syariah ada di angka 8,93%, naik tipis dari posisi pada 2016 sebesar 8,1%. Pada periode yang sama, inklusi keuangan syariah di Indonesia turun dari 11,1% menjadi 9,1%.

“Manajemen bank syariah harus meningkatkan kinerja dan inovasi, serta memperluas cakupan produknya sehingga bisa diterima pasar secara maksimal. SDM bank syariah juga harus ditingkatkan seiring dengan kompleksitas dan perkembangan bisnis, serta semakin beragamnya produk bank konvensional. Hal ini tentu membutuhkan terobosan sehingga cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah bisa terwujud,” papar dia.

Pendapat senada disampaikan Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun. Dia menyebut, penyusunan struktur pengurus bank syariah hasil merger adalah murni kewenangan para pemegang saham. “Penyusunan kepengurusan bank syariah hasil merger adalah murni kewenangan penuh pemegang saham,” ucap Misbakhun.

Berdasarkan susunan pengurus yang sudah ditetapkan, bank hasil penggabungan 3 bank syariah Himbara akan dipimpin oleh Hery Gunardi selaku Direktur Utama. Hery akan didampingi dua Wakil Direktur Utama yakni Ngatari dan Abdullah Firman Wibowo serta 7 pejabat direktur lainnya.

Saat ini, proses penggabungan BRIsyariah Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah masih berlangsung. Rencananya, penggabungan ketiga bank syariah ini akan efektif berlaku pada Februari 2021.

Bank syariah hasil merger tersebut memiliki visi menjadi satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global. Selain itu, bank syariah hasil merger digadang akan memiliki total aset hingga Rp 250 triliun dan masuk jajaran 10 besar perbankan di Indonesia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN