Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek)

PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek)

Tumbuh 4 Kali di Semester I, Pintek Sasar Pembiayaan Rp 700 Miliar Sepanjang 2021

Senin, 26 Juli 2021 | 21:24 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek) sebagai penyelenggara fintech p2p lending mencatat pertumbuhan bisnis sampai dengan empat kali lipat di semester I-2021. Sampai akhir tahun, penyaluran pembiayaan ditargetkan mencapai nilai Rp 700 miliar.

Co-Founder dan Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono mengatakan, pertumbuhan empat kali lipat di paruh pertama tahun ini senilai ratusan miliar, dengan mayoritas penyaluran pada sektor pendidikan.

Adapun berdasarkan riset analitik Pintek di bulan Juli 2021 kepada lebih dari 80 UKM/vendor pendidikan, mayoritas masih mengandalkan pendanaan pribadi untuk modal dan operasional perusahaannya.

Sebesar 90% dari UKM/vendor swadana membutuhkan arus kas di kisaran Rp 200 juta untuk operasional mereka, khususnya pada penyedia buku dan alat penunjang pembelajaran. Sedangkan 57% diantaranya mengalami kesulitan pendanaan setidaknya hingga dua kali dalam dua tahun terakhir.

"Di tahun ini, Pintek menargetkan penyaluran hingga Rp 700 miliar dengan kesiapan dana yang optimal guna memenuhi permintaan dari UKM/vendor pendidikan. Sejak tahun 2019, Pintek sudah menyalurkan pendanaan ke lebih dari 3000 siswa dan lebih dari 100 institusi pendidikan baik sekolah, perguruan tinggi, hingga UKM/vendor pendidikan," ungkap Tommy melalui siaran pers, Senin (26/7).

Dia mengungkapkan, target penyaluran sepanjang tahun 2021 itu diharapkan menjadi solusi pendanaan bagi seluruh sektor guna mendukung pertumbuhan pendidikan di Indoensia.

Adapun penyaluran pembiayaan modal usaha bagi UKM/vendor di sektor pendidikan sudah dilakukan sejak tahun 2020. Pembaiatan itu diperuntukan untuk pemenuhan pengadaan dan prasarana di sekolah-sekolah.

"Pertumbuhan kuartal pertama ini tak lepas dari tingginya kebutuhan rekan-rekan UKM/Vendor karena masih minimnya sumber alternatif pendanaan bagi keberlangsungan bisnis mereka. Untuk itu, kami berusaha hadir sebagai fintech pendanaan yang memberikan layanan solutif, relevan, serta dapat diakses oleh seluruh UKM/Vendor pendidikan di Indonesia," ungkap dia.

Namun demikian, Tommy menerangkan, riset Pintek menemukan bahwa UKM/vendor masih belum familiar dengan pendanaan oleh financial technology (fintech). Hal itu tentu menjadi tantangan bagi perusahaan untuk bisa mengedukasi khalayak secara lebih masif dan menyeluruh.

"UKM/vendor tidak perlu khawatir karena kami sudah mengantongi izin dan seluruh layanan serta kegiatan operasional di bawah pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, besar harapan kami untuk dapat memperkokoh layanan dalam menyediakan pendanaan alternatif sebagai solusi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan," lanjut Tommy.

Pintek telah mendapat status berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2018 sebagai penyelenggara fintech p2p lending. Pintek bergerak dalam menyediakan akses keuangan kepada seluruh masyarakat dan lembaga pendidikan akan kebutuhan pendidikan di Indonesia. Pintek juga terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika dan merupakan anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN