Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BNI Syariah mendapatkan penghargaan Bank Indonesia Award (BI Award) 2020 untuk kategori kelompok bank dengan kepatuhan pelaporan keuangan terbaik.

BNI Syariah mendapatkan penghargaan Bank Indonesia Award (BI Award) 2020 untuk kategori kelompok bank dengan kepatuhan pelaporan keuangan terbaik.

Usai Merger, BNI Syariah Optimistis Bisnis Kartu Pembiayaan Prospektif

Rabu, 20 Januari 2021 | 19:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA - PT Bank BNI Syariah mengakui bisnis kartu pembiayaan syariah Hasanah Card sepanjang tahun lalu mengalami dampak akibat pandemi Covid-19. Namun, pasca-merger dengan dua bank syariah lainnya menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), perseroan optimistis prospek bisnis kartu pembiayaan semakin cerah.

Head of Financing Card Business BNI Syariah Rima Dwi Permatasari mengungkapkan, meski bisnis kartu pembiayaan perseroan terdampak pandemi, namun Hasanah Card mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan industri kartu kredit secara nasional sepanjang tahun 2020.

Hal tersebut diyakini akan berlanjut usai BSI resmi beroperasi pada 1 Februari mendatang. "Saya excited karena kita memiliki potensi lebih luas, di BNI Syariah punya 3 juta nasabah, kalau digabung, tiga bank ini memiliki 10-12 juta nasabah. Potensi Hasanah Card jadi lebih besar, visi misi kita bersaing global, berarti Hasanah Card juga terbawa dengan memberikan layanan yang baik," terang Rima dalam webinar, Rabu (20/1).

Rima menuturkan, hingga akhir 2020 BNI Syariah berhasil mencatat akuisisi nasabah Hasanah Card tumbuh 13,3%. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan industri kartu kredit.

"Industri kartu kredit Indonesia terkontraksi juga di 2020, Hasanah Card bisa akuisisi kartu yang tumbuh 13,3%, ini lebih tinggi dari industri yang terkontraksi -2,5%. Kita lebih baik dibandingkan industri," jelas Rima.

Untuk transaksi kartu pembiayaan, BNI Syariah mengalami kontraksi -10% di akhir Desember 2020. Kontraksi yang dialami Hasanah Card BNI Syariah juga tidak sedalam yang dialami industri kartu kredit nasional yang tercatat -20%. "Kemudian sales volume industri -30%, kita lebih baik dari industri," ujar Rima.

Adapun, total outstanding pembiayaan Hasanah Card mencapai Rp 353 miliar dengan jumlah kartu Hasanah Card yang diedarkan sebanyak 351 ribu kartu per 31 Desember 2020. "BNI Syariah sejak 2010 membuat inovasi Hasanah Card dengan 351 ribu pengguna di Indonesia, dan kita kerja sama dengan merchant sudah banyak sekali," tutur dia.

Adapun, fitur yang dapat digunakan dengan Hasanah Card tidak hanya untuk pembelanjaan konsumtif, tapi juga bisa sebagai modal usaha, pembayaran tagihan rutin. Kartu pembiayaan BNI Syariah juga menggunakan provider dari MasterCard sehingga bisa digunakan untuk bertransaksi di seluruh dunia.

"Tapi prinsip Hasanah Card ini syariah, akad syariah, bukan hanya bisa digesek untuk belanja, tapi kita juga ingin jadi partner transaksi, smart sedekah juga," imbuh dia.

Lebih lanjut, Rima juga menyebut, potensi pengembangan industri halal semakin prospektif ke depannya. Untuk itu, perseroan juga menggarap segmen halal, di mana potensi pembiayaan haji dan umroh sebesar Rp 56 triliun.

"Kemudian fashion Rp 294 triliun, halal food Rp 2.422 triliun, halal media Rp 140 triliun, halal tourism Rp 154 triliun, dan halal kosmetik Rp 56 triliun," urai Rima.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN