Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Investor Daily/ Primus Dorimulu

Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Investor Daily/ Primus Dorimulu

Usai Pandemi, Bunga Kredit Diharapkan Tetap di Bawah 10%

Rabu, 2 Desember 2020 | 20:58 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai tren penurunan suku bunga kredit berlanjut. Diharapkan setelah pandemi Covid-19 berakhir, suku bunga kredit perbankan tetap berada di bawah 10%.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, tren penurunan suku bunga kredit merupakan transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dipangkas hingga posisi 3,5% dan penurunan biaya dana (cost of fund).

"Turunnya cost of fund juga menurunkan bunga kredit sekarang di bawah 10%. Harapannya setelah konsolidasi perbankan membaik pascacovid, diharapkan suku bunga kredit tetap di bawah 10%," tutur Tiko, sapaan akrab Kartika secara virtual, Rabu (2/12).

Tiko mengungkapkan, ketika kondisi ekonomi membaik, perbankan diharapkan tidak buru-buru menaikkan suku bunga kreditnya, tapi bisa tetap di level single digit. Industri perbankan di Indonesia sebenarnya termasuk yang tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pandemi Covid-19. Meski di sisi lain pendapatan pelaku industri bank turun sekitar 20%. Penurunan pendapatan akibat bank melakukan restrukturisasi, sehingga pendapatan dan pokok dan bunga berkurang.

"Tahun 2020-2021 ada penurunan tapi nanti anak naik tajam, jadi 2021 tahun terakhir penurunan pendapatan bank dari restrukturisasi," jelas Tiko.

Berdasarkan analisis uang beredar Oktober 2020 yang dirilis Bank Indonesia (BI), pada Oktober rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 9,80%, turun 5 basis poin (bps) dibandingkan 9,85% pada bulan September.

Merujuk suku bunga dasar kredit (SBDK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) per 6 November 2020 untuk suku bunga kredit korporasi di level 9,95%, kredit ritel 9,90%, kredit mikro 17,25%. Kemudian, suku bunga kredit konsumsi (kredit pemilikan rumah/KPR) sebesar 9,90%, serta kredit konsumsi non KPR 12% per tahun.

Dari SBDK PT Bank Mandiri (Persero) Tbk per 31 Oktober 2020, suku bunga kredit korporasi 9,85%, kredit ritel 9,80%, bunga kredit mikro 11,50%, bunga KPR 10%, dan non KPR 11,60%. Untuk bunga kredit korporasi BNI 9,80%, bunga kredit ritel 9,80%, bunga KPR 10,15%, dan bunga non KPR 11,95% per 30 September 2020.

Sementara itu, SBDK BTN per 30 November 2020 untuk kredit korporasi sebesar 10,25%, kredit retail 10,25%, bunga KPR 10,50%, dan bunga non KPR 11,50%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN