Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jasa Marga dan Kemenhub mencatat 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat

Jasa Marga dan Kemenhub mencatat 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat

Melarang Arus Balik

Investor Daily, Selasa, 2 Juni 2020 | 05:47 WIB

Arus mudik Lebaran, seperti biasa diikuti dengan arus balik, yakni kembalinya warga kota yang mudik ke udik untuk kembali bekerja di kota.

Dalam hal mudik, aturan pemerintah cenderung berubah-ubah. Pada mulanya mudik dikatakan tidak dilarang agar terdapat pergerakan ekonomi, kemudian yang dilarang adalah ASN, karyawan BUMN dan TNI/Polri. Namun, kemudian mudik dilarang, sementara ribuan orang sudah terlanjur mudik.

Lihat saja di kantong-kantong pemudik, ribuan orang berhasil sampai di kampung halaman. Mereka berhasil mudik ketika larangan tegas belum diperlakukan atau jelang DKI Jakar ta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kini, setelah Lebaran usai, saatnya mereka kembali ke kota dalam arus balik. Dalam arus balik, pemerintah menjanjikan bersikap lebih tegas. Larangan mudik menjadi bagian dari regulasi terkait bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dan belajar dari rumah.

Larangan mudik tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan berlaku sejak 24 April 2020. Akan tetapi berdasarkan data Kemendagri hingga 20 April 2020 terdapat 42.506 warga Jabodetabek yang mudik ke sejumlah daerah. Mereka yang nekat mudik banyak mengelabuhi petugas lapangan.

Jasa Marga dan Kemenhub mencatat 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat
Jasa Marga dan Kemenhub mencatat 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat

Akhirnya pemerintah melarang mudik dengan sejumlah pengecualian khususnya yang memenuhi syarat. Masalahnya karena situasi darurat persyaratan itu dapat diakali karena dapat dibeli secara daring di toko online. Larangan mudik juga menjadi pangsa pasar travel gelap yang menawarkan harga mahal kepada pemudik. Tentu tujuannya untuk memperoleh keuntungan. Data Polda Metro Jaya tanggal 24 April 2020 hingga 20 Mei 2020 terdapat 337 armada travel gelap disita polisi.

Mereka yang terpaksa dipulangkan kembali ke asalnya sejumlah 2.225 orang. Itu data yang berhasil dihimpun. Tentu masih banyak pemudik yang berhasil masuk ke kampung halaman secara diam-diam melalui jalan tikus. Jumlah travel gelap atau angkutan lain yang mengakali petugas tentu lebih banyak disbanding yang berhasil diungkap petugas lapangan.

Setelah melakukan pengendalian virus Covid-19, pekerjaan rumah berikutnya adalah melarang arus balik. Meski para pemudik berhasil mengelabuhi petugas untuk mudik ke kampung halaman,

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan regulasi melarang orang kembali masuk Jakarta setelah Lebaran. Pemudik bisa leluasa kembali ke kampung halaman, namun jangan harap mudah kembali masuk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur No 47 Tahun 2020.

Dalam pergub itu diatur mekanisme perizinan bagi penduduk Jakarta dengan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) untuk masuk Jakarta. Pergub itu berlaku mulai 22 Mei dan harus ditunjukkan di 12 cek point pemeriksaan perbatasan. Pemudik yang hendak kembali ke Jakarta pun diimbau untuk mematuhi aturan itu. Tentu tujuan utamanya bukan mengakali peraturan pemerintah. Namun semangatnya ialah melindungi diri sendiri dan sesama dari penularan baru virus Covid-19.

Patroli Keamanan ditingkatkan selama penerapan PSBB di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Patroli Keamanan ditingkatkan selama penerapan PSBB di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dengan tidak patuh, upaya PSBB dapat sia-sia dan merugikan banyak orang. Semakin tidak patuh, maka pandemi ini akan lebih lama untuk berlalu.

Munculnya aturan ini jika ditegakkan dengan tegas dan konsisten tentu akan mencegah penyebaran dan penularan Covid-18 dari kampung halaman kepada kerabat dan tetangga di Jakarta. Pertama, belajar dari pengalaman mudik, konsistensi penegakan aturan sangat diperlukan.

Penegakan aturan ini penting agar mereka yang kembali ke Jakarta tidak membawa penularan virus baru. Konsistensi menjadi bagian dari keberpihakan pemerintah bahwa ada mayoritas penduduk yang patuh imbauan pemerintah bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Mereka yang kedapatan tidak membawa SIKM harus dicegah dan dikembalikan ke kampung halaman. Jika tindakan tegas dilakukan niscaya mereka yang hendak balik berpikir dua tiga kali. Tutup celah serapat mungkin agar tidak diakali dengan dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, larangan arus balik yang ditegakkan dengan konsisten akan memutus rantai penyebaran virus yang menurut data Gugus Tugas angkanya semakin melandai alias membaik. Untuk itu pemudik yang arus balik harus ditolak dan dikembalikan ke kampung halaman tanpa menunjukkan surat keterangan. Mereka yang hendak arus balik harus mempunyai kesadaran dan komitmen bahwa kita semua bertanggung jawab berkontribusi mencegah penyebaran virus corona.

Meski peran kita kecil, kita semua dapat mendukung upaya pemerintah membatasi penularan dengan harapan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Ekonomi cepat pulih dan anakanak segera kembali ke sekolah. Dengan tidak patuh maka proses penularan akan terus berlangsung bahkan mungkin sulit dikendalikan. Masyarakat tidak perlu coba-coba dan mengambil tindakan berisiko. Larangan arus balik harus dipatuhi dengan seksama.

Paulus Mujiran,

Pengamat sosial di Semaran

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN