Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Anyelir 1, Depok, Jawa Barat.  Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Anyelir 1, Depok, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%

Kamis, 18 November 2021 | 22:53 WIB
Investor Daily

Seiring kasus positif Covid-19 yang melandai dan akselerasi pencapaian program vaksinasi Covid nasional, pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% sepertinya sudah tinggal menghitung hari saja. Langkah ke arah itu sudah diayunkan. Kota Surabaya, Jawa Timur, telah ditunjuk menjadi percontohan nasional dalam menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%.

Tentu ada alasan kuat tentang pemilihan Kota Surabaya ini. Tak lain, lantaran dinilai berhasil dengan cepat menangani pandemic Covid-19 serta penyelenggaraan PTM.

Pada intinya pemerintah pusat ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai acuan nasional dalam menuju penyelenggaraan PTM 100%, sebab daerah itu dinilai pa ling siap untuk melaksanakan kebijakan itu.

Terkait dengan penanganan Covid-19 dan penyelenggaraan PTM pun, Kota Surabaya dipandang paling berhasil oleh pemerintah pusat. Makanya, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kabupaten/ ko ta atau kepala daerah lain di In donesia.

Kami tentu mendukung upaya untuk menjalankan PTM 100%, Apalagi, pembelajaran daring dalam era situasi dan kondisi sekarang belum mendukung pembelajaran yang optimal. Namun, catatan prasyarat dasarnya telah terpenuhi, salah satunya, tenaga pendidik sudah 100% tervaksin.

Lebih lengkap, asesmen kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM harus benar-benar dipenuhi. Dan yang terpenting, perilaku yang selalu menerapkan protokol kesehatan tetap perlu dibiasakan seluruh elemen pendidikan di sekolah, baik saat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Mesti disadari, sekolah bukanlah satu-satunya tempat penularan Covid-19. Sebab, bisa saja pelajar tertular Covid-19 ketika bermain atau beraktivitas di luar sekolah. Maka, marilah kira saling introspeksi diri, saling menjaga dan tetap disiplin menerapkan pro tokol kesehatan (prokes) dimanapun berada.

Dengan gotong- royong dan kerja sama, kita bisa optimistis pandemi Covid-19 bisa terlewati dan PTM 100% bukan sekadar harapan tetapi kenyataan.

Widi Yanti

Sidoarjo

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN