Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
drg Mirah ketika berbicara dalamacara  konferensi pers virtual.

drg Mirah ketika berbicara dalamacara konferensi pers virtual.

Problem Kesehatan Gigi Meningkat  Saat Pandemi Covid-19

Sabtu, 25 September 2021 | 15:52 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA – Survei global yang dilakukan Pepsodent mengungkapkan permasalahan gigi meningkat di saat pandemi. Hal itu bahkan membuat kemunculan gigi berlubang baru pada 25% responden Indonesia.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation menuturkan tantangan permasalahan gigi dan mulut bahkan makin terasa ketika pandemi. Survei global Pepsodent menunjukkan, 30% responden di Indonesia mengaku pernah melewati sehari penuh tanpa menyikat gigi.

Umumnya disebabkan rasa malas (46%), yang salah satunya karena berkurangnya interaksi tatap muka. “Akibatnya, permasalahan gigi dan mulut kian meningkat, seperti kemunculan gigi berlubang baru pada 25% responden Indonesia,” ungkap drg Mirah di sela virtual konferensi pers, belum lama ini.

dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K) FIHA, FAsCC, pakar kardiologi dari RSJPD Harapan Kita/Heartology CV Center Brawijaya Hospital Saharjo menerangkan perawatan gigi dan mulut juga perlu diperhatikan agar terhindar dari permasalahan kesehatan yang lebih serius, termasuk kesehatan jantung. “Studi menyebutkan bahwa orang yang memiliki permasalahan gigi berlubang parah berisiko terkena penyakit jantung hingga 3 kali lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut dr Ario, gangguan pada jantung yang seringkali berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut adalah endokarditis, terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan dan kerusakan pada katup jantung dan menyebabkan kebocoran. Kumpulan kuman yang menempel pada jaringan yang luka akan meningkatkan risiko infeksi lanjut dan stroke sehingga diperlukan penanganan segera dan operasi katup, bahkan penggantian katup jantung.

Kuman salah satunya dapat berasal dari kondisi kesehatan gigi yang buruk seperti gigi berlubang parah. “Jadi, endokarditis sangat bisa dicegah, termasuk dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan gigi,” tambah dr Ario.

Melihat fakta di atas, drg Mirah mengatakan edukasi konsisten masih sangat dibutuhkan. Layanan kesehatan gigi dan mulut berbasis digital merupakan alternatif tepat untuk menjangkau masyarakat luas. Untuk itu, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021 kembali mengoptimalkan layanan teledentistry nasional 'Tanya Dokter Gigi by Pepsodent' selama November – Desember, melibatkan dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 50 PDGI cabang.

“Hingga saat ini, BKGN telah memberi manfaat kepada lebih dari 500 ribu masyarakat Indonesia, melibatkan 135 PDGI Cabang dan 26 Fakultas Kedokteran Gigi, dan lebih dari 17.000 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi,” jelas drg Mirah. (iin)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN