Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Hepatitis. (Foto: B1/Muhammad Reza)

Ilustrasi Hepatitis. (Foto: B1/Muhammad Reza)

Cegah Penyebaran Hepatitis Akut, DPR Dorong Upaya Deteksi Dini

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:07 WIB
Yustinus Paat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Komisi IX DPR RI meminta Pemerintah melakukan antisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut secara lebih optimal. Pemerintah juga diingatkan agar memprioritaskan pendeteksian dini agar penyakit yang banyak menyerang anak ini tidak mewabah.

“Kami berharap Pemerintah lebih mengoptimalkan upaya antisipasi penyebaran hepatitis akut mengingat sudah cukup banyak kasus ditemukan di Tanah Air,” ujar Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo, Jumat (20/5/2022).

Hingga 17 Mei 2022, dilaporkan dugaan kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia sudah mencapai 14 kasus yang tersebar di beberapa daerah. Rinciannya adalah 1 kasus berstatus probable atau diduga kuat terinfeksi dan 13 kasus pending classification (gejala sama tapi belum ada hasil pemeriksaan).

Rahmad mengatakan, belajar dari kondisi awal Pandemi Covid-19, Pemerintah didorong  untuk lebih sigap lagi dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua terkait situasi yang terjadi terkait penyakit hepatitis akut. Selain itu, kata dia, Kemenkes dan pemerintah daerah agar proaktif dalam melakukan riset terkait penyakit hepatitis akut. 

“Penelitian kesehatan dapat dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BRIN dengan menggandeng seluruh rumah sakit maupun kalangan kampus agar penyebaran hepatitis akut tidak meluas,” imbuhnya.

Menurut Rahmad, ketidakpastian penyebab hepatitis akut tentu mengkhawatirkan para orang tua. Terutama, saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah mulai berjalan. “Pemerintah untuk terus memantau dengan ketat pelaksanaan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai keselamatan dan masa depan anak bangsa direnggut Hepatitis Akut karena kelalaian dalam melakukan antisipasi penyebaran penyakit ini,” tandas dia.

Komisi IX yang membidangi urusan kesehatan akan menggelar rapat kerja (raker) bersama Kemenkes pada Senin (23/5/2022) mendatang untuk membahas permasalahan Hepatitis Akut. 

Meski sudah mengeluarkan edaran agar fasilitas layanan kesehatan dapat waspada terhadap kasus hepatitis akut, Pemerintah diingatkan agar lebih memaksimalkan upaya deteksi dini di fasilitas tingkat pertama seperti klinik, puskesmas, maupun dokter umum.

“Faskes tingkat pertama harus meningkatkan kapasitas tes. Karena kalau deteksi dini di fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak berjalan, maka pasien hepatitis akut yang ditemukan sudah berada dalam kategori kasus berat,” sebut Rahmad.

“Dengan deteksi dini yang mumpuni, kita juga akan memutus rantai penyebaran kasus Hepatitis Akut. Anak-anak yang menderita penyakit itu pun cepat tertangani dan tidak terlambat mendapat pertolongan,” ungkap dia menambahkan.

Sementara itu kepada masyarakat, Rahmad mengimbau agar lebih waspada. Khususnya kepada orang tua supaya lebih memperhatikan gejala pada anak yang sedang sakit.

“Karena di tahap awal, gejala yang ditunjukan hepatitis akut sama seperti penyakit-penyakit pada umumnya yaitu sakit perut, mual, muntah, dan diare, baru kemudian anak mulai menunjukkan penyakit kuning. Jika situasi tak kunjung membaik, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Jangan tunggu sampai kondisi anak memburuk yang ditandai dengan pekatnya air urin dan ada lendir putih di fesesnya. Lebih baik mengantisipasi sebelum terlambat,” pungkas Rahmad.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com