Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vvirtual Talkshow Breastfeeding Week bersama Teman Bumil, Senin (10/8).

Vvirtual Talkshow Breastfeeding Week bersama Teman Bumil, Senin (10/8).

ASI Kerap Dianggap Hal Menantang bagi Ibu

Senin, 10 Agustus 2020 | 17:38 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Salah satu periode penting dalam perjalanan seorang ibu adalah pemberian ASI. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan diberikan secara eksklusif sampai usia 6 bulan. Meskipun menyusui adalah proses alami, prosesnya tidak selalu mudah. Tak heran apabila saat memberikan ASI kerap dianggap hal menantang bagi para ibu.

Hal tersebut pun terungkap dalam survei yang dilakukan Teman Bumil. Survei tersebut menunjukkan memberikan ASI menjadi hal yang menantang bagi para ibu, terutama yang baru pertama kali melakukannya.

Dalam survei bertajuk Kebiasaan Menyusui Ibu Milenial yang diadakan pada 24 Juli hingga 4 Agustus 2020, ada 2.211 responden yang berpartisipasi. Sebanyak 52,9% mengaku mengalami tekanan mental saat memberikan ASI. Lebih banyak daripada yang mengalami tekanan fisik seperti kelelahan karena harus begadang merawat newborn.

Tekanan mental yang dimaksud diantaranya, khawatir ASI kurang, tekanan dari orang sekitar, dan tidak percaya diri bisa memberikan ASI. Adapun masalah menyusui yang paling sering dialami adalah puting lecet (65%) dan produksi ASI berkurang (47,4%). Karena semua masalah ini, hampir semua ibu milenial dalam survei (98,7%) mengakui membutuhkan dukungan dari orang terdekat, yakni suami, keluarga, dan lingkungan kerja. Tanpa dukungan, mustahil mereka bisa sukses mengASIhi.

Dr Ameetha Drupadi, pakar laktasi menjelaskan bahwa untuk sukses mengASIhi, para Mums harus mulai mencari informasi dan pengetahuan mengenai ASI sejak usia kehamilan 28 minggu. Dengan mencari informasi, setidaknya Mums tahu pentingnya ASI dan menyusui, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, cara dan teknik menyusui yang benar, hingga cara melakukan IMD saat persalinan. 

“Informasi bisa diperoleh melalui konsultasi ke klinik laktasi dan dokter laktasi, atau mencari pun informasi seputar menyusui di aplikasi Teman Bumil,” ungkap dr Ameetha di sela virtual Talkshow Breastfeeding Week bersama Teman Bumil, Senin (10/8).

Sementara itu, Product Manager Teman Bumil Stephanie Rengkung menambahkan ASI merupakan salah satu hadiah paling bermakna yang Mums bisa berikan kepada buah hati. Namun, memberikan ASI kadang kala penuh tantangan.

Untuk itu, pihaknya Bumil berharap bisa mendampingi Mums selama perjalanan ini. Salah satunya adalah dengan menghadirkan fitur-fitur baru, yaitu video edukatif di fitur media, memperbanyak konten hingga anak usia 5 tahun, dan memperbanyak fitur interaktif. 

“Jika dulu para ibu hanya bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan di forum, kini juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter anak, bidan, ahli laktasi, psikolog, dan profesional lainnya,” tutupnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN